Kehadiran negara tidak diukur dari tepuk tangan saat perpisahan atau penghargaan di akhir masa bakti, melainkan dari keadilan tarif pengabdian dan jaminan kesejahteraan selama guru masih berdiri di depan kelas.
Semoga tulisan ini dapat menggugah kesadaran semua pemangku kepentingan. Perlu diingat bahwa suara guru madrasah swasta bukan meminta belas kasihan, melainkan menagih hak atas kontribusi nyata yang telah mencerdaskan generasi bangsa.***
Penulis: Dedy Misnoto, M.Pd.I
Ketua Pimda PGMM Bondowoso
Artikel Terkait
Ribuan Debitur BRI Ikuti Akad Massal KPR FLPP yang Dipimpin Presiden Prabowo
Sinergi KKRA dan IGRA Kabupaten Ciamis Hadirkan Parenting untuk Orang Tua Siswa RA se-Kecamatan Sadananya
Tak Kunjung Pulang ke Indonesia, Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry
DOI Hotel and Resto Ciamis, Berikan Pengalaman Menginap Tak Terlupakan, Fasilitas Lengkap, Harga Ramah di Kantong
Momen Hangat Pisah Sambut Kapolres Ciamis, Bupati Herdiat Sampaikan Apresiasi ke AKBP Hidayatullah
Dulu Hampir Roboh, Rumah Jurnalis Primetime News di Lembang Akhirnya Direnovasi lewat Kolaborasi Promedia Group-SKI
SPPG Mangkubumi Ciamis Terapkan Kontrol Ketat dari Bahan Baku hingga Kebersihan Dapur, Bisa jadi Percontohan Dapur MBG
960 Anggota Pramuka Ikuti Lomba Tingkat II Kwarran Ciamis, Tumbuhkan Solidaritas dan Tanggung Jawab
Sudah Tiga Bulan Lapor Polisi, Korban Dugaan Pencurian di Palopo Berharap Dapat Kepastian Penanganan
15 Poster HUT RI ke-81 GRATIS untuk Instagram hingga WhatsApp, Cek Link Downloadnya di Sini!