Sabtu, 19 September 2026

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda, Keberadaannya Masih Misterius

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 17 September 2026 | 21:38 WIB
Tim SAR resmi menghentikan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktinfo)
Tim SAR resmi menghentikan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktinfo)

PORTALOKA.ID - Keberadaan 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau masih misterius meski telah dilakukan pencarian besar-besaran.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad menyatakan pihaknya resmi menghentikan penyisiran di lokasi kejadian, pada Kamis, 17 September 2026.

Selama 10 hari masa pencarian, Al Amrad mengklaim tidak ada temuan yang mengarah terhadap penumpang kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

"Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, pada hari yang sama.

Baca Juga: Usai Rektor Unsoed cs Masuk Bui, KPK Panggil ASN untuk Telusuri Dugaan Pemerasan Seleksi Maba

"Tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed," tambahnya.

Belum Ada Tanda Keberadaan Arupadhatu

Proses pencarian selama 10 hari ini diketahui melibatkan Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu.

Kendati demikian, Tim SAR gabungan sejauh ini memastikan tidak ditemukan tanda-tanda adanya kapal cepat Arupadhatu 1 maupun 8 penumpangnya yang dilaporkan hilang.

Al Amrad juga menyebut, Polda Bengkulu juga terlibat mengidentifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano.

Baca Juga: 5 Jurnalis Dilaporkan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Diterjunkan hingga Kerahkan Alutsista

Hingga saat ini, belum keluar hasil uji DNA jasad tersebut yang diduga berkaitan dengan kasus hilangnya Arupadhatu 1 di Selat Sunda.

"Dari kami sendiri juga Basarnas Banten, kantor SAR Lampung dan kantor SAR Bengkulu (juga terlibat)," terang Al Amrad.

Ihwal Potensi Pencarian Dibuka Kembali

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X