CIAMIS, PORTALOKA.ID - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menjadi fakultas paling diminati mahasiswa baru.
Hal itu terlihat dari banyaknya mahasiswa baru yang memilih FKIP sebagai tempat mereka menimba ilmu.
Wakil Dekan II FKIP Unigal, Dr. Lilies Youlia Friatin, S.S., M.Pd., BI., mengatakan bahwa pada tahun akademik 2026/2027 jumlah mahasiswa baru FKIP sebanyak 334 orang.
"Tahun ini kami menerima 334 mahasiswa baru, itu sebagai angka terbesar dari seluruh fakultas yang ada di Universitas Galuh," kata Lilies saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga: 540 Siswa Ikuti Invitasi Olahraga Tradisional antar SD se-Kecamatan Ciamis
FKIP Unigal sendiri terdiri dari tiga program, yakni Program Sarjana (S1), Program Magister (S2), dan Program Profesi.
Program Sarjana terdiri dari tujuh program studi (Prodi), yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Matematika.
Sementara Program Magister terdiri dari Administrasi Sistem Pendidikan, Administrasi Pendidikan Sekolah, Administrasi Pendidikan Dasar, Administrasi Pendidikan Luar Sekolah, dan Administrasi Pendidikan Olahraga.
Lilies mengungkapkan, dari seluruh prodi yang ada di FKIP, Pendidikan Jasmani merupakan prodi yang paling banyak diminati.
"Penjas ini sudah menjadi tren setiap tahun. Ini kenapa Penjas? Yang saya tahu karena anak muda itu cenderung lebih suka praktik. Kalau Penjas itu kan paling sering berlatih di lapangan, tidak terlalu banyak teori. Bagi Gen Z inginnya itu tidak terlalu banyak di kelas," ungkapnya.
Lulusan Keguruan Tidak Melulu jadi Guru
Lebih lanjut, Lilies menjelaskan bahwa lulusan keguruan tidak hanya sebatas menjadi guru, tetapi bisa berkarier di bidang lain yang masih linier.
"Lulusan dari keguruan itu selain jadi guru bisa juga di bidang lain. Misalnya jurusan Penjas, selain jadi guru bisa juga jadi coach (pelatih). Jurusan Bahasa Indonesia juga bisa menjadi pengajar penutur bahasa asing. Orang luar negeri yang ingin belajar Bahasa Indonesia mereka harus dilatih oleh lulusan Bahasa Indonesia," jelas dia.
Artikel Terkait
KREATIF! Warga Bayat Klaten Sulap Limbah Jadi Jam Tangan Kayu Estetik yang Meraup Cuan, Segini Harganya
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama TP PKK Ciamis Gelar Gerakan Pangan Murah dan Sosialisasi Belanja Bijak
Lika-liku Purbaya di Kursi Menteri Keuangan, dari Kritikan Ceplas-ceplos hingga Polemik Setoran Rp120 Triliun
Dugaan Keracunan MBG di Pariaman Sumbar, SPPG Sebut Sekolah Tak Cek Makanan Sebelum Dibagikan ke Siswa
Deretan Momen Viral Purbaya Yudhi Sadewa Usai Serah Terima Jabatan Menkeu dengan Suahasil Nazara
Jangan Hanya Ubah Status Guru PPPK, DPR Tegaskan Pemerintah juga Harus Pertimbangkan Afirmasi Guru
Profil Gus Arif, Mantan Bupati Kebumen yang Diamankan KPK di Kasus HGB Summarecon Bogor