PORTALOKA.ID - Di tengah ingar pengangkatan guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK dan PNS, ada sebagian guru yang masih menunggu kepastian nasib. Mereka adalah guru Raudhatul Athfal (RA).
Keberadaan guru RA terkadang sedikit terabaikan. Padahal mereka juga berperan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Padahal, jika menilik fungsinya guru RA sangat berperan dalam membentuk karakter anak terutama di masa golden age (periode emas).
Namun, peran penting mereka tak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima. Tidak jarang, guru RA harus bekerja sampingan untuk mencukupi biaya hidup.
Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback
Di sini lain, regulasi yang ada masih belum cukup mengakomodir guru RA dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ribuan guru RA di seluruh Indonesia berharap mereka mendapat kepastian status dari pemerintah melalui pengangkatan PPPK.
Suara hati para guru RA itu salah satunya disampaikan Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Ciamis, Elis Fitriah Mukaromah, S.Pd.
Saat berbincang dengan Portaloka.id beberapa waktu lalu, Elis menyampaikan bahwa guru RA termasuk di Ciamis sangat berharap diangkat menjadi PPPK.
"Kalau ada peluang jadi PPPK kami sangat berharap. Tapi sejauh ini guru-guru RA belum ada formasi," kata Elis.
Dia berharap pemerintah melirik keberadaan guru RA, terlebih peran mereka dalam mendidik anak usia dini sangat penting.
"Berharap banget. Mudah-mudahan pemerintah melirik keberadaan guru RA yang notabene pengajar usia dini seharusnya lebih diperhatikan. Guru RA kan dari bawah sekali (mengajari anak)," harap dia.
Selama ini, IGRA sendiri tidak tinggal diam. Berbagai upaya sudah dilakukan agar para guru RA dapat diakomodir dalam PPPK.
Artikel Terkait
DWP Diskominfo Ciamis Beri Edukasi Penggunaan Gawai, Cegah Kecanduan HP pada Anak
DPR Setujui Anggaran Pendidikan Rp61,1 Triliun, Kesejahteraan Guru hingga Pendidikan Gratis jadi Prioritas
Terindikasi Judol, Lansia Dipekalongan Dicoret dari Penerima Bansos, Mensos Dalami Kemungkinan Penyalahgunaan KTP oleh Pihak Lain
Peringatan Maulid Nabi, Ajang Silaturahmi dan Pererat Ukhuwah Warga RW 09 Perum Kota Galuh
750 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Alami Mual hingga Diare, SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf
Makanan MBG Tak Layak Jangan Sampai Dibagikan, Korwil Pendidikan Pamarican Ciamis Tegaskan Sekolah Wajib Identifikasi
MBG Tetap Disalurkan saat Sekolah Libur Akibat Karhutla, Begini Kata BGN
Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB: Ajukan dengan Dokumen Fiktif hingga Kerugian Negara Mencapai Rp8,7 Miliar