Selasa, 8 September 2026

Makanan MBG Tak Layak Jangan Sampai Dibagikan, Korwil Pendidikan Pamarican Ciamis Tegaskan Sekolah Wajib Identifikasi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 4 September 2026 | 13:05 WIB
Kepala Korwil UPT Pendidikan Pamarican, Kabupaten Ciamis (Portaloka.id)
Kepala Korwil UPT Pendidikan Pamarican, Kabupaten Ciamis (Portaloka.id)

CIAMIS, PORTALOKA.ID – Persoalan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan dalam kondisi tidak layak menjadi perhatian Korwil UPT Pendidikan Kecamatan Pamarican.

Pihak sekolah diminta tidak langsung membagikan makanan kepada siswa apabila ditemukan ketidaksesuaian pada makanan yang dikirim oleh dapur penyedia.

Kepala Korwil UPT Pendidikan Kecamatan Pamarican, Sulastri menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang diterima benar-benar dalam kondisi layak sebelum diberikan kepada peserta didik.

Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback

Ia menjelaskan, setiap kiriman makanan MBG yang tiba di sekolah perlu diperiksa dan diidentifikasi terlebih dahulu. Apabila ditemukan makanan yang tidak sesuai atau dinilai tidak layak konsumsi, makanan tersebut seharusnya tidak diberikan kepada siswa.

“Kalau tidak sesuai, pihak sekolah harus mengidentifikasi terlebih dahulu. Kalau memang tidak layak, jangan dibagikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kehati-hatian untuk melindungi penerima manfaat program MBG. Sekolah tidak boleh mengabaikan kondisi makanan yang diterima, terlebih makanan tersebut akan dikonsumsi oleh anak-anak.

Di sisi lain, Sulastri menilai tanggung jawab terhadap kelayakan makanan bukan hanya berada di pihak sekolah. Dapur penyedia sebagai pemberi makanan juga mempunyai kewajiban memastikan makanan yang dikirim dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Baca Juga: Menu MBG Pamarican Ciamis Jadi Sorotan, Pengelola SPPG Janji Evaluasi Total hingga Benahi SDM Dapur

“Jadi ada hak dan kewajiban. Dapur sebagai pemberi harus memastikan makanan yang diberikan layak, sementara sekolah sebagai penerima manfaat juga harus melakukan pengecekan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi dan komunikasi yang berkelanjutan antara pihak dapur MBG, sekolah dan pihak terkait.

Sosialisasi sebelumnya disebut telah dilakukan, namun penyampaian informasi perlu terus diperkuat agar tidak terjadi perbedaan pemahaman di lapangan.

Menurutnya, keterbatasan dalam pelaksanaan sosialisasi membuat penyampaian informasi dilakukan secara bertahap. Karena itu, koordinasi antarpihak dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X