CIAMIS, PORTALOKA.ID - Pihak mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ciamis, Jawa Barat mengeluhkan minimnya sosialisasi mengenai standar pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dinilai perlu memberikan pembinaan sekaligus melakukan monitoring secara berkala.
Keluhan tersebut mencuat dalam pembahasan mengenai pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG.
Mitra menilai sosialisasi mengenai standar IPAL penting dilakukan sejak SPPG mulai beroperasi, sehingga pengelola memahami prosedur pengolahan dan pembuangan limbah yang sesuai ketentuan.
Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback
Menurut keterangan pihak mitra, pengelolaan limbah di dapur SPPG pada dasarnya telah memiliki tempat penampungan dan proses pengolahan.
Limbah yang dihasilkan antara lain berupa sisa makanan, sayuran, limbah rumah tangga serta limbah alat pelindung diri (APD).
“Bagian kebersihan yang mempunyai tanggung jawab terhadap perlimbahan, tetapi tetap harus kita pantau,” ungkap pihak mitra kepada awak media baru-baru ini.
Mitra juga menyampaikan bahwa sistem IPAL telah tersedia dan memiliki proses penyaringan sebelum air hasil pengolahan dialirkan keluar. Air limbah yang awalnya keruh diproses melalui sistem filtrasi sehingga hasil akhirnya menjadi lebih bersih.
Baca Juga: Kasus Keracunan Tinggi, DPR Desak Dapur MBG Dialihkan ke Sekolah
Namun, persoalan muncul ketika terdapat informasi mengenai adanya saluran atau pipa yang mengarah ke area persawahan. Pihak mitra mengaku belum dapat memastikan secara langsung tujuan dan mekanisme pembuangan tersebut sehingga diperlukan klarifikasi kepada pengelola IPAL.
Informasi mengenai dugaan pembuangan tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi itu, dilakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak yang berkaitan dengan pengelolaan IPAL.
Pihak mitra menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian dinas terkait. DLH diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan ketika muncul persoalan, tetapi juga aktif memberikan sosialisasi mengenai standar IPAL kepada seluruh pengelola SPPG.
Monitoring secara berkala juga diperlukan untuk memastikan sistem pengolahan limbah berjalan sesuai standar dan hasil akhirnya aman sebelum dibuang atau dialirkan ke lingkungan.
Artikel Terkait
BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback
750 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Alami Mual hingga Diare, SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf
Makanan MBG Tak Layak Jangan Sampai Dibagikan, Korwil Pendidikan Pamarican Ciamis Tegaskan Sekolah Wajib Identifikasi
MBG Tetap Disalurkan saat Sekolah Libur Akibat Karhutla, Begini Kata BGN
Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB: Ajukan dengan Dokumen Fiktif hingga Kerugian Negara Mencapai Rp8,7 Miliar
Kasus Keracunan Tinggi, DPR Desak Dapur MBG Dialihkan ke Sekolah
Turut Mencerdaskan Anak Bangsa, Guru RA Berharap Diangkat jadi PPPK
Gunung Anak Krakatau Dilaporkan Alami Erupsi, Warga Cemaskan Adanya Dentuman Berulang
Warga Bandung Digegerkan dengan Suara Dentuman Misterius Ada Hubungannya dengan Erupsi Anak Krakatau?
Anggota DPR Fraksi PDIP Dorong RUU Perampasan Aset hingga Sasar Kejahatan Perbankan