Sabtu, 5 September 2026

Gunung Anak Krakatau Dilaporkan Alami Erupsi, Warga Cemaskan Adanya Dentuman Berulang

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 5 September 2026 | 12:20 WIB
Menyoroti erupsi Gunung Anak Krakatau pada kawasan Selat Sunda pada Sabtu, 5 September 2026. Berikut situasi terkini di lokasi. (Instagram.com / @halokrw - @bantenraya)
Menyoroti erupsi Gunung Anak Krakatau pada kawasan Selat Sunda pada Sabtu, 5 September 2026. Berikut situasi terkini di lokasi. (Instagram.com / @halokrw - @bantenraya)

PORTALOKA.ID - Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi berulang sejak Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari di kawasan Selat Sunda.

Bagi yang belum tahu, posisi Gunung Anak Krakatau berada di antara pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung.

Dalam unggahan Instagram @bantenraya, pada Sabtu, 5 September 2026, tampak seorang warga melaporkan rumahnya tiba-tiba mengalami getaran di Pandeglang, Banten.

"Tidak ada gempa yang dirasakan, namun pintu dan jendela rumah bergetar disertai suara dentuman yang terdengar berulang," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback

Warga mengaku bingung dan berharap ada penjelasan serta informasi resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan.

Hingga kini, penyebab pasti getaran tersebut belum dapat dipastikan.

Berkaca dari hal itu, terdapat analisa dari Peneliti senior dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin.

Ihwal Asap Tebal Anak Krakatau

Melalui akun X pribadinya, @EYulihastin, pada Sabtu, 5 September 2026, Erma mengatakan semburan asap tebal membumbung tinggi dari Gunung Anak Krakatau diprediksi hingga belasan kilometer.

Baca Juga: Kasus Keracunan Tinggi, DPR Desak Dapur MBG Dialihkan ke Sekolah

Fenomena tersebut, dinilai berpotensi mencapai ke berbagai negara tetangga.

Ia menilai, asap tebal tersebut bisa sampai ke negara-negara subtropis.

"Kalau sampai secoklat ini terpantau satelit padahal di atas lautan, berarti letusannya tebal nih (erupsi Gunung Anak Krakatau)," tulis Erma.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X