Jumat, 4 September 2026

Terindikasi Judol, Lansia Dipekalongan Dicoret dari Penerima Bansos, Mensos Dalami Kemungkinan Penyalahgunaan KTP oleh Pihak Lain

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 4 September 2026 | 08:05 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf akan dalami data lansia di Pekalongan yang dicoret dari KPM bansos (Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf akan dalami data lansia di Pekalongan yang dicoret dari KPM bansos (Kemensos)

PORTALOKA.ID - Darmo (61) dan Dayat (77), pasangan lansia di Pekalongan, Jawa Tengah, dicoret dari daftar penerima manfaat bantuan sosial (bansos).

Nama pasangan lansia tersebut tak lagi terdaftar sebagai penerima bansos dengan alasan terindikasi aktivitas judi online (Judol).

Padahal, menurut informasi keduanya tidak mempunyai handphone serta memiliki keterbatasan dalam membaca.

Kementerian Sosial (Kemensos) pun akhirnya turun tangan untuk mendalami kasus tersebut.

Baca Juga: DPR Setujui Anggaran Pendidikan Rp61,1 Triliun, Kesejahteraan Guru hingga Pendidikan Gratis jadi Prioritas

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, terdapat fenomena penggunaan KTP penerima bansos oleh pihak lain untuk berbagai aktivitas yang kemudian teridentifikasi dalam proses pemutakhiran data, termasuk aktivitas judol.

“Sekarang kita dalami itu, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun. Untuk membeli motor atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk untuk langganan listrik. Jadi ini sedang kita pastikan semua,” jelas Gus Ipul, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan keluarga yang sebenarnya prasejahtera justru terindikasi tidak memenuhi kriteria penerima bansos. Penyalahgunaan identitas juga dimungkinkan dilakukan oleh anggota keluarga, termasuk anak dari penerima bansos.

“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” kata Gus Ipul.

Baca Juga: Pasangan Lansia di Pekalongan Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Gegara Dituduh Judol, Padahal Tak Bisa Baca Tulis dan Tak Punya HP

Karena itu, Kemensos tengah melakukan pendalaman dan perbaikan data untuk memastikan kondisi sebenarnya dari penerima bansos. Pemerintah tidak ingin masyarakat yang memang membutuhkan kehilangan bantuan hanya karena aktivitas atau penggunaan identitas yang dilakukan pihak lain.

“Jadi kalau ada lansia, kemudian mungkin keluarga yang sangat tidak mampu, tapi tidak menerima bansos karena terindikasi judol. Itu mungkin dimanfaatkan oleh keluarganya atau oleh orang lain. Untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, apabila hasil verifikasi menunjukkan penerima masih memenuhi kriteria, bansos akan tetap diberikan. “Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” pungkas Gus Ipul.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X