Kamis, 10 September 2026

RDP Dugaan Keracunan MBG di DPRD Karo Memanas, Orang Tua Siswa Tuntut Tanggung Jawab SPPG

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 8 September 2026 | 10:48 WIB
Suasana RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo, Sumatera Utara sempat memanas (Ist)
Suasana RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo, Sumatera Utara sempat memanas (Ist)

PORTALOKA.ID - Beberapa siswa yang menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Pemeriksaan dan perawatan intensif harus dilakukan karena dugaan paparan racun menyerang saraf, membuat kerusakan ginjal, hingga jantung.

Orang tua siswa pun sempat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo untuk membahas mengenai dugaan keracunan tersebut.

Namun, RDP yang digelar pada Senin, 7 September 2026 itu sempat memanas karena orang tua siswa meluapkan kemarahan untuk menuntut pertanggungjawaban dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: 1.999 Dapur MBG Disuspend, Kepala BGN Sudaryono Ungkap Penyebabnya

Anak Alami Gangguan Ginjal dan Bolak-balik Rumah Sakit

Dalam RDP itu, hadir orang tua salah satu siswa dari SMAN 1 Berastagi yang diduga mengalami keracunan MBG, Fitriani br Sijabat.

Fitriani menyebut bahwa anaknya, Agnesia Paruliana br Silitonga kini mengalami gangguan ginjal hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Anak saya kena ginjalnya, di mana hati nurani kalian? Terutama Kepala SPPG. Bapak punya anak atau tidak?” ucap Fitriani saat RDP bersama DPRD Karo pada Senin, 7 September 2026.

“Ini anakku lemah di rumah, ini tentang nyawa. Anak saya sudah tiga kali bolak-balik rumah sakit. Dan saya viral di media sosial yang menanyakan racun apa yang terdeteksi di ikan itu. Sampai saat ini, kami tidak tahu,” lanjutnya.

Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Kepala SPPG Terancam Dipecat, Dapur Disuspend

Mengaku Anaknya Alami Perubahan Sikap

Lebih lanjut, kondisinya yang lemah kini membuat anaknya mengalami perubahan sikap saat berinteraksi dengan sekitarnya.

“Anak saya itu salah satu yang berprestasi di SMAN 1 Berastagi, sekarang Pak, kondisinya melihat keramaian pun dia takut,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X