Baca Juga: 750 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Alami Mual hingga Diare, SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf
“Makanya perlu saling memahami dan saling berkoordinasi. Kalau ada makanan yang tidak layak, harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” katanya.
Ia berharap persoalan makanan yang tidak layak tidak sampai menimbulkan dampak terhadap kesehatan siswa. Untuk itu, pemeriksaan makanan sebelum dibagikan harus menjadi perhatian bersama.
Program MBG sendiri ditujukan untuk memberikan makanan bergizi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik. Karena itu, kualitas dan kelayakan makanan menjadi bagian penting yang harus dijaga sejak makanan diproduksi oleh dapur hingga diterima dan dikonsumsi siswa.
Korwil UPT Pendidikan Pamarican menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan tanggung jawab bersama. Dapur penyedia wajib memastikan makanan yang dikirim memenuhi kelayakan, sedangkan sekolah berkewajiban melakukan identifikasi sebelum makanan diberikan kepada siswa.***
Artikel Terkait
Beredar Isu Pengadaan LED BGN Senilai Rp535 M, Lebih Mahal Ketimbang Pesawat Pemadam Karhutla?
Gerakan Pangan Murah DPKP Ciamis Putus Mata Rantai Pemasok Pangan, Harga Lebih Rendah dari Pasar
Diduga Keracunan MBG, 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Dilarikan ke Rumah Sakit
Menu MBG Pamarican Ciamis Jadi Sorotan, Pengelola SPPG Janji Evaluasi Total hingga Benahi SDM Dapur
DWP Diskominfo Ciamis Beri Edukasi Penggunaan Gawai, Cegah Kecanduan HP pada Anak
DPR Setujui Anggaran Pendidikan Rp61,1 Triliun, Kesejahteraan Guru hingga Pendidikan Gratis jadi Prioritas
Terindikasi Judol, Lansia Dipekalongan Dicoret dari Penerima Bansos, Mensos Dalami Kemungkinan Penyalahgunaan KTP oleh Pihak Lain
Peringatan Maulid Nabi, Ajang Silaturahmi dan Pererat Ukhuwah Warga RW 09 Perum Kota Galuh
BRI Hadirkan Promo Menarik Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Dari Diskon hingga Promo Cashback
750 Siswa dan Guru Keracunan MBG, Alami Mual hingga Diare, SPPG di Lasem Rembang Minta Maaf