Kamis, 17 September 2026

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda, Keberadaannya Masih Misterius

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 17 September 2026 | 21:38 WIB
Tim SAR resmi menghentikan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktinfo)
Tim SAR resmi menghentikan pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktinfo)

Basarnas Banten menyebut, apabila ada informasi temuan material terkait kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya, operasi SAR dinyatakan bisa dibuka kembali.

Al Amrad menuturkan, penyampaian informasi keseluruhan kapal yang melintas Selat Sunda akan terus dilakukan.

Baca Juga: Penjelasan Dokter RSCM soal Siswi Karo Diduga Hilang Ingatan Akibat Keracunan MBG

Di samping itu, para nelayan hingga masyarakat yang mengetahui informasi terkait Arupadhatu 1, dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat maupun ke pihak Basarnas Banten.

"Kami juga sudah menyampaikan e-broadcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda)," beber Al Amrad.

"Kami akan memperkuat lagi dengan e-broadcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti," tandasnya.

Berkaca dari hal itu, kasus hilangnya kapal cepat Arupadhatu 1 dengan 8 penumpangnya hingga kini masih menjadi misteri.

Baca Juga: Buka Rakerkab PPDI, Bupati Ciamis Tekankan Pentingnya Soliditas Perangkat Desa untuk Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Warga Carita Gelar Doa Bersama

Sebelumnya, ratusan warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten sempat menggelar doa bersama di posko SAR Basarnas, Pantai Marina Carita, pada Jumat, 11 September 2026 malam.

Kala itu, suasana haru juga terlihat ketika keluarga awak kapal yang ikut dalam perjalanan bersama 5 jurnalis dalam kasus tersebut, juga terlihat hadir di lokasi.

Sejumlah anggota keluarga terlihat menahan kesedihan hingga meneteskan air mata.

Dalam kesempatan itu, Ketua RT setempat, Adhari mengatakan kegiatan tersebut awalnya tidak direncanakan sebagai kegiatan besar.

Baca Juga: Dampak Tragis Karhutla, BKSDA Kalsel Ungkap 12 Bekantan Mati Terbakar di Kalimantan Selatan

Warga secara spontan berinisiatif datang setelah mengetahui proses pencarian masih berlangsung.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X