lokacarita

Serial Kanjeng Sunan - Bagian 8: Setelah Raja Pergi, Siapa yang Tinggal?

Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:35 WIB
Ilustrasi - Kanjeng Sunan membangun peradaban di wilayah Cimaung bekas Kerajaan Pajajaran (Portaloka.id)

Satir itu menyebar seperti api kecil di jerami kering. Orang-orang mulai berani menertawakan ketakutannya sendiri. Dan tawa di kampung yang lama dikuasai duka, menjadi bentuk perlawanan paling radikal.

Pedihnya Dakwah Tanpa Janji Surga Instan

Kanjeng Sunan tidak menjanjikan surga cepat saji. Ia justru berkata:
“Surga itu jauh. Yang dekat adalah perut anak-anakmu yang kosong.”
Pedih. Tapi jujur.

Baca Juga: Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis

Kanjeng Sunan kemudian membangun lumbung bersama, madrasah kecil, dan musyawarah kampung.

Ia menghapus kasta sisa Pajajaran, bangsawan dan jelata duduk sejajar, sama-sama bau tanah.*** (Bersambung)

Halaman:

Tags

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB