Sabtu, 18 Juli 2026

Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:12 WIB
Situs Gunung Galuh, tampat persemayaman dua tokoh besar Galuh yang punya peran penting dalam penyebaran Islam di Ciamis (Istimewa)
Situs Gunung Galuh, tampat persemayaman dua tokoh besar Galuh yang punya peran penting dalam penyebaran Islam di Ciamis (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Literasi tentang peninggalan dua sosok pemimpin yang dimakamkan di Situs Gunung Yasa (Gunung Galuh) sangat terbatas. Tapi salah satu warisan paling berharga adalah amaliah Tarekat Syattariyah.

Situs Gunung Galuh yang terletak di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis merupakan salah satu tempat ziarah leluhur Galuh yang sakral dan penuh nilai sejarah.

Di lokasi ini terdapat makam para tokoh penting yang berperan dalam perkembangan pemerintahan, keagamaan, dan kebudayaan di wilayah Galuh pada awal abad ke-18.

Adipati Adikusumah — Bupati Galuh yang Berjasa (1819–1839)

Baca Juga: Ibukota Galuh Ternyata di Baregbeg, Bukan di Astana Gede Kawali

Di kompleks makam Gunung Galuh, salah satu makam utama adalah Raden Adipati Adikusumah, yang tercatat sebagai Bupati Galuh ke-15.

Ia memerintah selama kurang lebih 20 tahun, dari tahun 1819 hingga 1839, di masa ketika Galuh berada di bawah Residen Cirebon.

Pada masa pemerintahannya, wilayah Galuh dibagi menjadi empat kawedanaan: Ciamis, Rancah, Kawali, dan Panjalu.

Beliau dikenal bijaksana, ahli dalam bidang agama, serta berjasa dalam menyebarkan syiar Islam dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Di World Economic Forum Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan Peran Penting UMKM dalam Keuangan Global

Makam beliau menjadi pusat ziarah leluhur setiap tahunnya, khususnya pada peringatan tertentu yang dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah setempat sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau.

Eyang Bagus Syatariyah (Pangeran Arya Natareja Muhammad Syattariah)

Di sebelah makam Adipati Adikusumah juga terdapat makam yang membedakan bentuknya dari makam-makam lain di sekitar: Inilah makam Eyang Bagus Syatariyah, yang secara historis dikenal sebagai ulama besar, guru spiritual, dan penasihat hukum Adipati Adikusumah.

Nama asli beliau adalah Pangeran Arya Natareja Muhammad Syattariah (atau sering disebut Uyut Syattariah / Kyai Tubagus Syatariah). Beliau adalah putra dari Sultan Sepuh Tajul Aripin Mohammad Jaenudin, yang merupakan Sultan Kasepuhan Cirebon ke-III.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X