Satir itu menyebar seperti api kecil di jerami kering. Orang-orang mulai berani menertawakan ketakutannya sendiri. Dan tawa di kampung yang lama dikuasai duka, menjadi bentuk perlawanan paling radikal.
Pedihnya Dakwah Tanpa Janji Surga Instan
Kanjeng Sunan tidak menjanjikan surga cepat saji. Ia justru berkata:
“Surga itu jauh. Yang dekat adalah perut anak-anakmu yang kosong.”
Pedih. Tapi jujur.
Baca Juga: Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis
Kanjeng Sunan kemudian membangun lumbung bersama, madrasah kecil, dan musyawarah kampung.
Ia menghapus kasta sisa Pajajaran, bangsawan dan jelata duduk sejajar, sama-sama bau tanah.*** (Bersambung)
Artikel Terkait
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Terima SK, BKPSDM Depok Ungkap Penyebabnya
Serial Kanjeng Sunan - Bagian 7: Satu Tuhan Tapi Beda Jalan
Ketika 'Corvee' Menggema di Stadion Galuh Ciamis
Update Bantuan Insentif dan BSU Guru 2026: Nominal, Syarat dan Batas Akhir Aktivasi Rekening
Lantik 1.308 PPPK Paruh Waktu, Bupati Manggarai Barat Janji Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai
Ramai Dikritik Warganet, Sekjen Gerindra Akhirnya Perintahkan Kader Bersihkan Bendera Partai
Mobil MBG Menabrak Gerbang SD di Kebumen, Sopir Sempat Mengamuk hingga Layangkan Pukulan ke Warga
Begini Respons Menteri Agama Terkait Usulan Guru Madrasah Swasta Diangkat jadi PPPK
Di Hadapan Para Rektor, Sekjen Kemenag Kembali Menyinggung Soal Guru Madrasah