Pembaca yang budiman, di rubrik Lokacarita akan kami tampilkan serial cerpen Kanjeng Sunan yang berlatar belakang Kerajaan masa lalu. Kanjeng Sunan adalah sosok Waliyullah sosok yang mewakili ajaran langit dan bersentuhan dengan budaya Nusantara. Yuks kita ikuti kisahnya.
PORTALOKA.ID - Kanjeng Sunan sebenarnya adalah cucu Prabu Siliwangi. Ia datang dan berdakwah ke Galuh mengajak keluarga besarnya untuk masuk Islam. Namun tak mudah menyebarkan ajaran keselamatan Islam.
Kampung Cimaung adalah batas wilayah Galuh Utara. Saat pasukan Kanjeng Sunan datang sejatinya mau menebarkan Islam, namun ada sebagian pasukan Galuh tidak mau menerima Islam. Salah satunya Arya Damar penganut kepercayaan lama yang jadi penjaga Karuhun.
"Kami datang untuk bersilaturahmi dan sowan ke Kakek Prabu bukan untuk berperang. Kami akan menyampaikan ajaran Islam yang membawa keselamatan," ujar Kanjeng Sunan.
Arya dan beberapa pasukan Bhayangkara Galuh malah berdebat. Pasukan terbelah jadi dua kelompok. Pro dan kontra atas kehadiran Kanjeng Sunan.
Baca Juga: Ngikis: Pertemuan Islam dan Tradisi Budaya Sanghyang Galuh
Pasukan yang pro memilih bergabung dengan Kanjeng Sunan bertahan di perbatasan. Kemudian yang melawan Kanjeng Sunan memilih berlari ke arah Kuningan dan Majalengka.
Namun naas di daerah Rajagaluh, pasukan Galuh bertemu dengan pasukan Kanjeng Sunan. Maka tak bisa dihindarkan lagi, kedua pasukan itu bertempur hingga kocar kacir.
Korban di kedua belah pihak berguguran. Pasukan Galuh yang selamat lari ke Kampung Baduy yang hingga kini masih mempertahankan adat dan kepercayaan leluhur Galuh.
Kanjeng Sunan didampingi muridnya Dodo Murtadho masih terjebak di perbatasan Kampung Cimaung. Dia memilih jalur damai memasuki Kampung Cimaung.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan: Bayang-bayang di Kampung Cimaung (Part 1)
"Do, kirim telik sandi agar menyampaikan pesan ke pasukan Macan Ali, segera kembali ke Keraton Cirebon. Jangan menumpahkan darah di tanah leluhur Galuh," ujar Kanjeng Sunan.
Dodo hanya mengangguk dan melaksanakan perintah gurunya. Hari mulai senja, saatnya Kanjeng Sunan mengajar ngaji di surau tua.
"Nampaknya pengajian malam ini aman Do. Arya tidak akan mengganggu karena dia sedang berada di Rajagaluh. Tolong ajak anak-anak di kampung Cimaung berkumpul di surau. Biarkan orang tua mereka melihat anak-anaknya belajar Islam, nanti juga mereka akan berubah pikiran," ujar Kanjeng Sunan.
Artikel Terkait
PB PGSI Kecam Pernyataan Sekjen Kemenag Terkait Guru Madrasah Swasta
Tuai Kecaman, Sekjen Kemenag Akhirnya Minta Maaf atas Pernyataan Terkait Guru Madrasah Swasta
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Garuda Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Link Pendaftarannya
Cara Sanggah Hasil Seleksi Administrasi KemenHAM 2025 yang Baik dan Benar, Cek Jadwalnya DI SINI!
Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Hari Terakhir Masa Sanggah PPPK KemenHAM 2025, Cek Lagi Jadwal dan Tahapan Seleksinya