PORTALOKA.ID - Pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin terkait guru madrasah swasta menjadi polemik.
Pernyataan Sekjen Kemenag itu terlontar dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Rabu, 28 Januari 2026.
Dalam rapat tersebut Kamaruddin Amin menyinggung soal perekrutan guru madrasah swasta yang dilakukan oleh yayasan.
Menurutnya, Kemenag tidak tahu menahu dan tidak dilibatkan dalam proses rekrutmen guru madrasah swasta oleh yayasan.
"Ini kan banyak guru-guru yang diangkat oleh yayasan yang tidak sepengetahuan kami. Mereka mendirikan sekolah mendirikan madrasah terus mengangkat guru terus minta dibayar. Padahal dari awal kita tidak terlibat, gitu. Nah, sehingga ini kan terus bertambah tanpa ada koordinasi. Nah, itu salah satu penyebabnya mengapa persoalan guru ini agak rumit sehingga kami perlu menjelaskannya secara detail, secara komprehensif," tutur Kamarudin Amin, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Pernyataan Sekjen Kemenag Tuai Kecaman
Pernyataan Sekjen Kemenag menuai reaksi keras dari sejumlah pihak.
Kecaman datang salah satunya dari Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI).
Baca Juga: Guru Madrasah Digaji Rp100 Ribu, Kemenag dan DPR Sepakat Bentuk Panja sebagai Solusi Komprehensif
Ketua PGSI Muhammad Zen mengecam keras pernyataan Sekjen Kemenag yang menyatakan tidak tahu menahu soal perekrutan guru madrasah.
"Jujur saya kaget dan prihatin atas pernyataan Pak Sekjen Kemenag RI pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama DPR RI beberapa waktu lalu," ujar Muhammad Zen dalam pernyataannya melalui akun Facebook pribadi, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.
Menurut Zen, pernyataan Sekjen Kemenag tersebut seolah mengesampingkan keberadaan guru madrasah yang selama ini berjuang dan mengabdi bagi dunia pendidikan di Indonesia.
"Saya kaget, bahkan mungkin ratusan ribu guru madrasah yang selama ini berjuang, yang selama ini berharap agar haknya mendapatkan perhatian dari pemerintah, kaget. Kenapa keberadaan kami guru-guru madrasah swasta ini dianggap seperti tidak ada keberadaannya dalam mendidik dan mengabdi selama ini di madrasah," katanya.
Artikel Terkait
Resep Pepes Bandeng, Lezat Gurih dan Lebih Sehat, Masaknya Nggak Pakai Minyak
Cake Potong Mocca Cemilan di Akhir Pekan, Ini Resep Rahasianya Untuk Teman Ngopi
Indeks Kerukunan Umat Beragama Ciamis Paling Harmoni, Juara Dua Tingkat Nasional
Kilas Balik Kasus Hogi Minaya, Berawal dari Kejar Jambret demi Istrinya hingga Akhirnya Bebas dari Jeratan Hukum
Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut
Viral Bencana Longsor di Kali Bekasi, Diduga 6 Rumah Terdampak, Ada yang Hanya Sisa 1 Ruang Kamar
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun, Lebih dari 60 Persen ke Sektor Produksi Penggerak Ekonomi Rakyat
Resep Sambal Tempong dan Ayam Goreng Kuning Lezat Gurih dan Pedas Nendang, Bikin Ngabisin Nasi Sebakul
Menu Sambal Terasi dan Tempe Goreng Marinasi Yang Nendang di Akhir Pekan, Resep Sat-set Dijamin Bikin Melek Merem
Cara Membuat Ayam Goreng Kuning Tanpa Ungkep, Resep Sat-set Spesial Untuk Keluarga