PORTALOKA.ID - Upaya pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana alam di wilayah Sumatra Barat terus dikebut pemerintah dengan TNI AD.
Pada Kamis, 29 Januari 2026, prajurit TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol membersihkan dan merevitalisasi sejumlah sekolah dan pesantren yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut meliputi berbagai pekerjaan fisik, mulai dari mengganti dinding yang rusak, mengganti pintu, mengecat bangunan, memperbaiki instalasi listrik, serta mengangkut pasir, tanah, dan batu sisa bencana.
Selain itu, anggota TNI juga membersihkan pekarangan sekolah serta saluran air demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Didukung BRI dan LinkUMKM, Kenes Lalita Berhasil Kembangkan Bisnis Busana Anak Wastra Khas Jepara
Salah satu lokasi yang menjadi fokus kegiatan pembersihan kali ini adalah SMP Negeri 1 Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Di sekolah ini, prajurit TNI bersama warga membersihkan sisa material pascabencana sekaligus memperbaiki kerusakan ringan sejumlah fasilitas sekolah.
Kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa titik lainnya yaitu di SD Negeri 09 Bancah di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam; dan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Paninggahan, Kabupaten Solok.
Di Pondok Pesantren MTI Paninggahan, anggota TNI fokus pada tahap akhir perbaikan bangunan yang terdampak banjir. Beberapa bagian pesantren yang rusak kini sudah bisa kembali difungsikan.
Baca Juga: Pembangunan Huntara di Sumbar Dikebut, Sebagian Siap Huni
“Kami melaksanakan renovasi sekolah MTI Paninggahan yang terdampak bencana banjir yang lalu. Kegiatan kami adalah finishing pengecatan pagar dan tempat WC yang belum dicat. Kita dapat bantuan cat, kita laksanakan pengecatan hari ini sama kemarin,” ujar salah satu personel TNI yang membersihkan Ponpes MTI Paninggahan.
Harapannya, anak-anak bisa kembali ke sekolah seperti sedia kala. Revitalisasi fasilitas pendidikan memang jadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Siswa dan guru yang sekolahnya rusak berat sementara melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBMG) di tenda.
Pembersihan dan perbaikan intensif terus dilakukan di sekolah-sekolah.
Bertalian dengan itu, pemerintah menerapkan sejumlah skema untuk siswa dan guru yang bersifat adaptif dan fleksibel.***
Artikel Terkait
Tumis Daging Kecap Cocok untuk Menu Makan Sahur Puasa Ramadhan 2026, Rasanya Enak dan Bikin Nagih, Cek Resepnya di Sini Ya
Wajib Disimpan untuk Persiapan, Cek Syarat Pendaftaran CPNS 2026 Terbaru Lengkap dengan Perkiraan Jadwal Seleksi
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur, Nasabah Bank Plat Merah Korban Blokir OJK Sujud Syukur
Geger Aksi Perampokan Rumah Juragan Sate Kambing di Karanggede Boyolali, Bocah 6 Tahun Tewas di Kamar Mandi, Motor Scoopy Hilang
Pelaku Perampokan Rumah Juragan Sate Kambing di Karanggede Boyolali Dibekuk di Kudus
Nadran di Situs Ki Buyut Manguntapa: Jejak Budaya dan Syiar Islam di Baregbeg
Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah
Hasil Seleksi Administrasi PPPK KemenHAM Diumumkan, 23.726 Peserta Dinyatakan Lulus, Cek Namamu DI SINI!
Indeks Kerukunan Umat Beragama Ciamis Paling Harmoni, Juara Dua Tingkat Nasional
Kilas Balik Kasus Hogi Minaya, Berawal dari Kejar Jambret demi Istrinya hingga Akhirnya Bebas dari Jeratan Hukum