Kamis, 16 Juli 2026

Webinar Promedia Group: Bedah Platform untuk Hasilkan Konten Sesuai Karakter Media Sosial

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:59 WIB
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia)
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia)

PORTALOKA.ID - Promedia Group sukses menggelar free webinar yang mengulik tentang media sosial dan engagement konten sesuai platfrom masing-masing.

Webinar yang diikuti oleh jurnalis mitra Promedia Group dan umum ini mengusung tema ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’.

Dalam webinar yang dilangsungkan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini, General Manager Media Network, Agil Hari Santoso memaparkan materi terkait konten agar sesuai dengan habit atau sifat audiens dan platform media sosial yang berpengaruh pada engagement.

“Kita sering mengalami konten yang kita unggah punya engagement tinggi, dari jumlah penonton sampai kenaikan followers. Tapi di dua atau tiga konten selanjutnya, bisa jadi menurun,” kata Agil dalam paparan materinya.

“Terus mencari topik yang trending, mengubah ide untuk menjadi materi konten justru bisa membuat burnout atau kelelahan, padahal dituntut untuk konsisten. Sehingga, konten kreator juga perlu memahami platform media sosial,” lanjutnya.

Baca Juga: Cerita Jurnalis Promedia Group dari Bandung, Kamarnya Kini Lebih Nyaman dan Sehat Berkat Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’

Menyesuaikan Tipe Konten dengan Platform Media Sosial

Lebih lanjut, Agil mengatakan bahwa media sosial saat ini bukan hanya untuk berbagi kabar seperti beberapa waktu lalu, tapi juga sebagai ladang menarik engagement hingga membuat pemasukan bagi konten kreator.

“Konten yang diunggah caranya juga harus mengikuti kebiasaan platform dan user di sana, misal X dan Threads, pengguna akan lebih senang jika dibuat dalam beberapa utas untuk berdiskusi dibanding satu tulisan panjang. Kemudian reels Instagram bisa diunggah di TikTok dengan penyesuaian caption. Kemudian YouTube yang biasanya video panjang, bisa dipotong menjadi YouTube Short,” jelasnya.

Adapun untuk media sosial Facebook, Agil menyoroti keunikan yang dimiliki oleh platform tersebut, seperti penggunanya yang didominasi oleh Gen X berusia 40 tahunan, ada grup komunitas tertentu, bahasa storytelling hingga tautan link yang lebih mudah.

Karakter media sosial yang cenderung sebagai tempat ‘bersantai’ dan mencari hiburan oleh pengguna membuat kontennya mengalir lebih cepat, sehingga ada kemungkinan untuk cepat hilang.

Baca Juga: MATAMUDA MTs Annur Ciamis Dikemas Ceria dan Edukatif: Padukan Kearifan Lokal, Hindari Perpeloncoan

Fokus pada Satu Platform

Konten kreator memiliki peluang untuk membagikan kontennya di semua platform, namun tentu akan membutuhkan energi dan waktu.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X