Sabtu, 18 Juli 2026

Misalin: Tradisi Budaya Galuh Salawe, Simbol Syi'ar Islam dalam Upacara Adat

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Minggu, 8 Februari 2026 | 15:15 WIB
Tradisi Misalin masyarakat Ciamis menjelang Ramadhan (Portaloka.id/Bang Sufi)
Tradisi Misalin masyarakat Ciamis menjelang Ramadhan (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Puncak acara Misalin adalah pergantian busana yang dikenakan sesepuh Situs Salawe Cimaragas, Abah Latif, pada hari Ahad, 8 Januari 2026.

Prosesi pergantian busana berjalan hikmat dan penuh makna. Diawali dengan pelepasan busana lama, kemudian Kepala Disbudpora Dr Dian Budiyana menyematkan busana baru sambil mengucapkan doa-doa kebaikan.

Momentum paling sakral ini yang sarat makna filosofis. Ada pesan langit yang disampaikan lewat tradisi Misalin.

"Sebelum Ramadhan kita diajarkan oleh para leluhur agar bersih lahir batin dengan simbol berganti busana. Kita memasuki Ramadhan harus benar-benar dalam keadaan suci dan bersih," ujar Abah Latif.

Baca Juga: Warga RT01 RW09 Perum Kota Galuh Ciamis Sambut Datangnya Ramadhan 1447 Hijriah dengan Munggahan

Menurut Abah Latif, tradisi ini sudah turun temurun. Setiap rangkaian kegiatan sejak awal merupakan pengajaran simbolik yang hanya bisa dipahami oleh hati dan pikiran yang jernih.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dr Dian Budiyana mengatakan, Misalin adalah tradisi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Dengan demikian, tradisi ini tak boleh hilang tapi harus dikembangkan dan dilestarikan.

"Menjaga dan mengembangkan budaya Misalin merupakan amanat undang-undang pemajuan kebudayaan. Undang-undang ini telah diperkuat dengan perda pemajuan kebudayaan," ujar Dian.

Untuk menjaga kelestarian adat budaya tradisi Misalin, kata Dian, setiap pelaku budaya di Cimaragas harus mewariskan nilai-nilai budaya tradisi Misalin kepada anak-anak usia sekolah.

Baca Juga: Ngikis: Pertemuan Islam dan Tradisi Budaya Sanghyang Galuh

"Anak-anak didik mohon dilibatkan agar mereka kelak bisa menjadi penerus tradisi Misalin. Sekarang regulasi dan kebijakan daerah sangat mendukung kemajuan kebudayaan," ujar Dian.

Berbicara regenerasi pelaku budaya di Kecamatan Cimaragas, Ketua PGRI Cabang Cimaragas, Yudi Nugraha, S.Pd mengatakan, pengembangan budaya adat Misalin di Cimaragas harus dilakukan dengan melibatkan stakeholder pendidikan. Dengan adanya keterlibatan anak-anak dalam upacara adat Misalin itu akan menumbuhkan rasa cinta ke budaya leluhur.

"Untuk memastikan keterlibatan anak-anak didik usia SMP, kami akan fokuskan pada pelatihan khusus seni kolotik yang asli kreasi Cimaragas. Kami mendorong sekolah untuk memfasilitasi dan menyelenggarakan kegiatan seni tradisi ini secara periodik," ujar Yudi.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
X