Pembaca yang budiman, di rubrik Lokacarita akan kami tampilkan serial cerpen Kanjeng Sunan yang berlatar belakang Kerajaan masa lalu. Kanjeng Sunan adalah sosok Waliyullah sosok yang mewakili ajaran langit dan bersentuhan dengan budaya Nusantara. Yuks kita ikuti kisahnya.
PORTALOKA.ID - Rencana Raden Arya Damar untuk menghalangi dakwah Kanjeng Sunan tampaknya tak akan berhasil. Semua gaib yang jadi andalan Arya tak mampu melawan khodam Banu Kerti.
Arya berdiri menatap masjid tua yang kini mulai ramai suara ngaji anak-anak. Kemarahan dan kebencian terhadap Kanjeng Sunan membuat Arya bimbang. Ia sedikit ragu apakah akan terus bermusuhan atau ikut agama baru yang dibawa Kanjeng Sunan.
"Kalau begini terus lama-lama agama leluhur akan ditinggalkan anak cucu. Tapi zaman sedang berubah, aku harus berpikir ulang untuk memilih keyakinan," ujar Arya dalam hati yang mulai gelisah.
Satu-satunya pelajaran awal yang dikenalkan Kanjeng Sunan adalah etika berbusana.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 5: Perang Gaib yang Tak Usai
Di Kampung Cimaung belum mengenal pakaian penutup aurat. Lelakinya pakai penutup sebatas kemaluan dan yang perempuan pun sama hanya terlihat lekukan dan kulit di luar dada dan bawah perut.
Warga Cimaung belum juga terbiasa bersuci dan mandi secara rutin. Alas kaki juga belum terbiasa, semua serba sederhana. Busana lengkap hanya digunakan oleh para bangsawan dan Brahmana. Sedangkan kaum jelata hanya berpakaian seadanya.
Arya menyadari di balik kebenciannya ada pengakuan bahwa berkat Kanjeng Sunanlah warga Kampung Cimaung mulai berbusana rapi. Mereka juga tahu perkembangan kain-kain sutra dan kain lain.
"Aku harus mengakui kehadiran Kanjeng Sunan membawa perubahan besar. Urusan keyakinan tak nampak, tapi busana jelas langsung kelihatan," gumam Kanjeng Sunan.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 6: Negeri Tak Bertuan, Cahaya Islam Mulai Bersinar
Sementara dipojok masjid tua, Kanjeng Sunan dan Dodo duduk menikmati indahnya alam Cimaung.
"Do, kita akan memulai dakwah bukan merubah keyakinan dulu, tapi kita kenalkan bagaimana Islam menuntun hidup yang teratur dan bersih. Tradisi Thaharah itu hanya Islam yang mengaturnya. Jadi dari sinilah kita akan mengenalkan etika Islam," ujar Kanjeng Sunan.*** (Bersambung)
Artikel Terkait
Serial Kanjeng Sunan - Bagian 6: Negeri Tak Bertuan, Cahaya Islam Mulai Bersinar
Gaji PPPK Paruh Waktu Siap Dicairkan, BPKAD Ungkap Penyebab Keterlambatan
Terbesar di Aceh, 8.094 PPPK Paruh Waktu Aceh Utara Resmi Dilantik, Ini Besaran Gaji per Bulan yang Diterima
CV dan Fotokopi KTP Pelamar Kerja Menumpuk di Pinggir Jalan, Warganet Soroti Keamanan Data Pribadi
66 RSUD Bakal Naik Kelas, Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil akan Lebih Lengkap
Jumlah Guru Honorer Capai 700 Ribu, Wamenag dan Sekjen Kemenag Janji Bakal Perjuangkan jadi PPPK
Kronologi Kepsek SD Indramayu Diduga Dirampok Seusai Cairkan Dana BOS Rp118 Juta di Bank
Prabowo Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Hilirisasi Mineral dengan Australia
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Terima SK, BKPSDM Depok Ungkap Penyebabnya