PORTALOKA.ID - Persoalan guru madrasah swasta kembali mencuat dan menjadi sorotan.
Sejumlah pihak mulai dari organisasi guru hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak agar persoalan guru madrasah swasta segera diselesaikan.
Mereka menuntut Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengangkat guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal itu sebagai upaya untuk memberikan kejelasan status serta meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.
Baca Juga: Mobil MBG Menabrak Gerbang SD di Kebumen, Sopir Sempat Mengamuk hingga Layangkan Pukulan ke Warga
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pun menanggapi persoalan guru madrasah swasta yang mencuat ke publik.
Respons tersebut disampaikan Menag saat mengunjungi Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menaruh perhatian besar terhadap persoalan guru.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang memiliki perhatian besar untuk menyelesaikan persoalan guru. Namun, tentu tidak bisa sekaligus," kata Menag Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Update Bantuan Insentif dan BSU Guru 2026: Nominal, Syarat dan Batas Akhir Aktivasi Rekening
Dia mengungkapkan, saat ini jumlah guru yang ada di bawah Kementerian Agama mencapai 700 ribu lebih nyaris 800 ribu.
Mengingat jumlahnya yang sangat besar, maka membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Bahkan, jika diselesaikan sekaligus, menurut Menag, akan menghabiskan separuh dari anggaran Kementerian Agama.
"Kalau diselesaikan sekaligus, itu bisa menghabiskan separuh anggaran Kementerian Agama," ujarnya.
Artikel Terkait
Kronologi Kepsek SD Indramayu Diduga Dirampok Seusai Cairkan Dana BOS Rp118 Juta di Bank
Prabowo Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Hilirisasi Mineral dengan Australia
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Terima SK, BKPSDM Depok Ungkap Penyebabnya
Serial Kanjeng Sunan - Bagian 7: Satu Tuhan Tapi Beda Jalan
Ketika 'Corvee' Menggema di Stadion Galuh Ciamis