Minggu, 19 Juli 2026

Serial Kanjeng Sunan Bagian 2: Bayangan di Antara Dua Alam

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Minggu, 1 Februari 2026 | 16:26 WIB
Ilustrasi - Kisah Kanjeng Sunan, sosok penyebar Islam di Kampung Cimaung (Portaloka.id - ChatGPT)
Ilustrasi - Kisah Kanjeng Sunan, sosok penyebar Islam di Kampung Cimaung (Portaloka.id - ChatGPT)

Arya Damar bukan sekadar penentang. Ia pewaris ajaran lama, penjaga gerbang gaib Cimaung. Baginya, kedatangan Kanjeng Sunan adalah ancaman, bukan hanya bagi keyakinan, tapi bagi keseimbangan dua dimensi yang ia yakini bisa runtuh.

Dan malam itu, ia memutuskan untuk bertindak.

Baca Juga: Hanjuang Bodas: Pohon Sakral Kerajaan Pajajaran Moksa Bersama Prabu Siliwangi

Di surau, Dodo Murtadho sedang menimba air ketika tiba-tiba timbanya berhenti di tengah sumur. Airnya bergolak.

Dodo mengerutkan kening. “Air sumur tak pernah begini, Kanjeng…”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimat, angin berdesir keras. Lampu cempor di surau padam sendiri.

Suasana mendadak dingin, menusuk tulang.

Dari arah pepohonan, bayangan-bayangan tinggi bergerak tanpa suara. Tidak sepenuhnya tampak, tidak sepenuhnya hilang.

Baca Juga: Nadran di Situs Ki Buyut Manguntapa: Jejak Budaya dan Syiar Islam di Baregbeg

Dodo refleks berdiri di depan gurunya. “Apa pun itu, lewat saya dulu!”

Kanjeng Sunan tersenyum tipis. “Dodo, yang kau lawan bukan tubuh, tapi ketakutan.”

Bayangan itu mendekat, berputar mengelilingi surau. Suara lirih seperti ratapan terdengar. Tanah bergetar pelan. Ini bukan serangan biasa, ini kiriman.

Di bukit, Arya Damar menutup mata, kedua tangannya terangkat. Bibirnya komat-kamit membaca mantra Sanghyang.

Ia memanggil penjaga-penjaga lama Cimaung, makhluk yang selama ini setia pada ajaran leluhur.

Baca Juga: Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
X