Kanjeng Sunan memandang ke arah bukit, tempat Arya Damar berdiri jauh di kegelapan.
“Karena setiap cahaya membuat bayangan merasa terancam,” ujarnya pelan. “Tapi tugas kita bukan memusnahkan bayangan. Tugas kita menyalakan pelita.”
Di kejauhan, Arya Damar mengepalkan tangan. Pertarungan belum selesai. Ini baru awal.
Dan Kampung Cimaung kampung dua dimensi, akan menjadi saksi, ketika bukan hanya manusia, tapi juga makhluk tak kasatmata, harus memilih: bertahan dalam bayang, atau melangkah menuju cahaya.*** (Bersambung)
Artikel Terkait
Resep Pepes Bandeng, Lezat Gurih dan Lebih Sehat, Masaknya Nggak Pakai Minyak
Cake Potong Mocca Cemilan di Akhir Pekan, Ini Resep Rahasianya Untuk Teman Ngopi
Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut
Viral Bencana Longsor di Kali Bekasi, Diduga 6 Rumah Terdampak, Ada yang Hanya Sisa 1 Ruang Kamar
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun, Lebih dari 60 Persen ke Sektor Produksi Penggerak Ekonomi Rakyat
Resep Sambal Tempong dan Ayam Goreng Kuning Lezat Gurih dan Pedas Nendang, Bikin Ngabisin Nasi Sebakul
Menu Sambal Terasi dan Tempe Goreng Marinasi Yang Nendang di Akhir Pekan, Resep Sat-set Dijamin Bikin Melek Merem
Cara Membuat Ayam Goreng Kuning Tanpa Ungkep, Resep Sat-set Spesial Untuk Keluarga
PB PGSI Kecam Pernyataan Sekjen Kemenag Terkait Guru Madrasah Swasta
Tuai Kecaman, Sekjen Kemenag Akhirnya Minta Maaf atas Pernyataan Terkait Guru Madrasah Swasta