“Jangan hanya ingin menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mempunyai karakter. Dalam pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya kepintaran yang dibutuhkan, tetapi juga attitude, perilaku, sopan santun, humanis dan empati,” katanya.
Baca Juga: 540 Siswa Ikuti Invitasi Olahraga Tradisional antar SD se-Kecamatan Ciamis
Prospek Lulusan Kesehatan Cerah
Terkait prospek tenaga kesehatan, Dini menyampaikan optimismenya bahwa profesi di bidang kesehatan masih akan terus dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan jasa yang membutuhkan kehadiran manusia secara langsung dan tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia menilai, teknologi dapat membantu pekerjaan tenaga kesehatan, tetapi kehadiran manusia tetap memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang membutuhkan komunikasi, empati dan sentuhan kemanusiaan.
“Perawat maupun tenaga kesehatan akan terus dibutuhkan sepanjang hidup. Ketika kita hadir sebagai manusia, tentu berbeda dengan ketika pelayanan hanya dilakukan oleh AI,” ungkapnya.
Baca Juga: Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 0613 Ciamis Gelar Lomba Adzan Tingkat SD-MI
Dini juga menyebutkan bahwa lulusan bidang kesehatan memiliki ruang kerja yang cukup luas. Alumni tidak hanya bekerja di rumah sakit, tetapi juga dapat berkarier di berbagai sektor, baik pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta, pendidikan, industri, hingga peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, kebutuhan tenaga perawat dari Indonesia di sejumlah negara juga menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan.
Karena itu, mahasiswa dan lulusan bidang kesehatan didorong untuk mampu melihat serta mencari berbagai peluang kerja yang tersedia, termasuk melalui program magang yang dapat menjadi salah satu sarana memperoleh pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.
Dini mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan, hampir 98 persen lulusan FIKes Unigal dapat terserap ke dunia kerja.
“Kalau melihat hasil survei, Alhamdulillah hampir 98 persen lulusan kami bisa terserap di dunia kerja,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan mahasiswa agar tidak semata-mata menjadikan besaran pendapatan sebagai ukuran keberhasilan.
Artikel Terkait
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
Heboh Karnaval Diduga Mirip Ritual Satanik, Pemkab Pekalongan Tuntut Klarifikasi Panitia SKNC 2026
Tiga Siswa MAN 1 Ciamis Raih Prestasi OMI, Siap Berlaga di Tingkat Provinsi
BPOM Ikut Soroti Maraknya Kasus Keracunan MBG, Dari Proses Memasak hingga Distribusi
Manajer Sudah Direkrut, Gedung Sudah Dibangun, Kapan Kopdes Merah Putih Mulai Berbisnis?
Murid MTs Negeri 15 Ciamis Raih Juara 1 OMI 2026 Matematika, Kamad: Bakatnya Sudah Terlihat Sejak Pertama Masuk Sekolah
Komentar Menohok Anak Purbaya usai Sang Ayah Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan: Akhirnya Bapak Tidur Nyenyak
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama TP PKK Ciamis Gelar Gerakan Pangan Murah dan Sosialisasi Belanja Bijak
Lika-liku Purbaya di Kursi Menteri Keuangan, dari Kritikan Ceplas-ceplos hingga Polemik Setoran Rp120 Triliun
Dugaan Keracunan MBG di Pariaman Sumbar, SPPG Sebut Sekolah Tak Cek Makanan Sebelum Dibagikan ke Siswa