Kamis, 9 Juli 2026

SIAGA 2026: Negara Tidak Boleh Lagi Menutup Mata terhadap Nasib Guru Madrasah dan Sekolah Swasta

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 21 Mei 2026 | 20:01 WIB
Puluhan ribu guru madrasah dan sekolah swasta menggelar aksi di depan Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (20/5)  (Istimewa)
Puluhan ribu guru madrasah dan sekolah swasta menggelar aksi di depan Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (20/5) (Istimewa)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Ribuan guru dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Gedung DPR RI dalam agenda Silaturahmi Akbar Guru Indonesia 2026.

Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial melainkan bentuk nyata jeritan panjang para guru madrasah swasta dan guru sekolah swasta yang selama bertahun-tahun merasa dipinggirkan dalam kebijakan pendidikan nasional.

Di tengah besarnya tuntutan negara terhadap kualitas pendidikan, jutaan guru swasta justru masih hidup dalam ketidakpastian status, minim kesejahteraan, dan kurangnya perlindungan negara.

Mereka mengajar dengan dedikasi tinggi, mencerdaskan generasi bangsa, tetapi hingga hari ini masih harus berjuang demi mendapatkan pengakuan yang layak.

Baca Juga: Baleg Janjikan Regulasi Khusus Madrasah dan Sekolah Swasta, PGMM Singgung Soal Keberlanjutan

Dalam pertemuan bersama pimpinan Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, muncul sejumlah komitmen penting terkait regulasi baru yang diharapkan mampu mengakomodasi guru swasta.

Namun bagi para guru, komitmen saja tidak cukup. Guru Indonesia sudah terlalu lama mendengar janji, terlalu lama diminta bersabar, dan terlalu sering dijadikan objek politik tanpa solusi nyata.

Pemerintah dan Presiden Republik Indonesia harus memahami bahwa persoalan guru swasta bukan lagi isu kecil yang bisa ditunda-tunda. Ini adalah persoalan keadilan sosial dan masa depan pendidikan nasional.

Negara tidak boleh terus membiarkan jutaan guru hidup dalam ketidakpastian sementara mereka menjadi tulang punggung pendidikan di sekolah dan madrasah swasta di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Terima Audiensi SIAGA 2026, Baleg DPR RI Janji Buat Regulasi Khusus Guru Madrasah dan Sekolah Swasta

Guru swasta telah membuktikan loyalitasnya kepada bangsa. Di daerah terpencil, di madrasah kecil, di sekolah dengan fasilitas terbatas, mereka tetap berdiri di depan kelas mendidik anak-anak Indonesia. Ironisnya, pengabdian panjang itu sering tidak sebanding dengan perhatian yang diberikan negara.

Karena itu, SIAGA 2026 menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Presiden Republik Indonesia, diharapkan turun tangan secara langsung untuk memastikan lahirnya kebijakan yang berpihak kepada guru swasta dan guru madrasah.

Jika negara benar-benar menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, maka kesejahteraan guru harus menjadi prioritas pertama.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X