Rabu, 8 Juli 2026

Dari Hutan Galuh hingga Desa Bangunharja: Jejak Sejarah yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 21 Mei 2026 | 19:15 WIB
Lokakarya Sejarah Desa Bangunharja Ciamis (Ist)
Lokakarya Sejarah Desa Bangunharja Ciamis (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Di balik suasana pedesaan yang tenang di Desa Bangunharja, tersimpan perjalanan panjang sejarah masyarakat Galuh Timur yang hingga kini masih hidup melalui tradisi, budaya, dan cerita para leluhur.

Desa yang berada di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis ini menjadi salah satu kawasan yang menyimpan jejak penting perkembangan peradaban masyarakat Sunda di wilayah timur Tatar Galuh.

Sejarah Bangunharja kini tengah dikaji lebih mendalam oleh Syarif Hidayat, dosen sejarah dari Universitas Riyadlul 'Ulum Condong Tasikmalaya.

Penelitian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah desa-desa di Kabupaten Ciamis yang selama ini banyak tersimpan dalam tradisi lisan masyarakat.

Baca Juga: 3 Kuliner Ikoik Ciamis yang Wajib Dicoba, Salah Satunya Terbuat dari Kulit Sapi

Menurutnya, sejarah desa memiliki nilai penting karena menjadi fondasi terbentuknya identitas sosial dan budaya masyarakat Sunda.

“Desa bukan hanya tempat tinggal masyarakat, tetapi ruang lahirnya nilai budaya, gotong royong, spiritualitas, hingga hubungan manusia dengan alam,” ujarnya.

Wilayah Perlintasan Budaya Galuh Timur

Secara geografis, Bangunharja berada di kawasan yang strategis. Desa ini menjadi wilayah penghubung antara kawasan Galuh di Jawa Barat dengan Banyumas di Jawa Tengah.

Posisi tersebut membuat Bangunharja sejak lama menjadi jalur perlintasan masyarakat, perdagangan, hingga pertukaran budaya.

Baca Juga: 1 Hari 1 Malam di Panjalu Ciamis ke Mana Aja? Ini Dia Rekomendasinya, Mulai dari Berenang di Ketinggian hingga Kulineran

Dalam sejarah lokal, wilayah ini dahulu dikenal dengan nama Cihonje, diambil dari aliran Sungai Cihonje yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Selain Sungai Cihonje, kawasan ini juga dilalui Sungai Ciomas dan Sungai Cilembu yang menopang aktivitas pertanian masyarakat sejak masa lampau.

Keberadaan sungai-sungai tersebut membentuk pola kehidupan agraris yang kuat. Masyarakat hidup dari pertanian, peternakan, dan hasil alam dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X