PORTALOKA.ID - Nasib guru madrasah swasta tengah menjadi sorotan. Pasalnya, hingga kini mereka belum mendapat kepastian dari pemerintah, baik status maupun kesejahteraan.
Banyak di antara mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun masih berstatus honorer dengan gaji yang di bawah kata layak.
Seperti yang dialami Suratno, guru madrasah asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Suratno bersama istrinya sudah mengabdi selama 21 tahun di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Jeruk.
Setiap hari, Suratno harus menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer dari rumahnya menuju ke sekolah.
Meski perjalanan yang dilalui tidak mudah, hal itu tak membuat Suratno berkecil hati.
Ia tetap semangat menuju ke sekolah demi mengajarkan ilmu kepada anak didiknya.
Berkebun Sepulang Mengajar
Berstatus sebagai guru honorer membuat kondisi ekonomi Suratno jauh dari sejahtera.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ia bersama istrinya pergi ke kebun.
Di lahan yang tak begitu luas, pria berusia 43 ini menanam porang, sejenis umbi-umbian yang kerap dijadikan obat herbal.
Dari berkebun inilah Suratno mampu menyekolahkan tiga orang anaknya, bahkan anak pertamanya yang laki-laki menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Qiblatain Depok dan telah hafizh 30 juz.
Artikel Terkait
Kebijakan Pengapusan Guru Honorer, Mardani Ali Sera Ingatkan Pemerintah Tentang Hal Ini
Soal Bahasa Inggris Kelas 8 Chapter 2 Lengkap dengan Kunci Jawaban
Cerita Ibu-ibu jadi Relawan Jaga Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Wonogiri: Pagi-Siang Standby, Sore Jualan Pecel
Calon Pengantin di Garut Ditanggap Polisi 3 Hari Sebelum Menikah, Ini Penyebabnya
Program Bedah Rumah Pakai Atap Hasil Daur Ulang Sampah Plastik, Wali Kota Yogyakarta Jamin Garansi Awet 10 Tahun
Edukasi 900 Santri dan Guru di Tebuireng, IFG Dorong Generasi Muda Melek Finansial dan Risiko
Resep Bakso Aci Tulang Rangu, Ide Jualan Murah yang Lagi Viral, Modal Minimalis Untungnya Berlapis
Resep Isian Ragout Sayur, Cocok untuk Isi Risol atau Gabin, Buat Ide Jualan Oke Banget!