PORTALOKA.ID - Dukungan untuk guru honorer madrasah terus mengalir dari berbagai pihak.
Dukungan datang salah satunya dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan guru honorer madrasah.
Salah satunya melalui dukungan tambahan anggaran Kementerian Agama (Kemenag) yang akan dialokasikan untuk pemberian gaji guru honorer madrasah sebesar Rp1 juta per bulan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Provinsi Jawa Tengah guna menyerap aspirasi dan mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pesantren dan madrasah.
"Kami di Komisi VIII DPR RI baru saja menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Agama. Tambahan anggaran tersebut salah satunya akan diarahkan untuk honor guru honorer madrasah sebesar Rp1 juta per bulan bagi masing-masing guru (madrasah negeri dan swasta)," ujar Wachid.
Dikatakan Wachid, peningkatan kesejahteraan guru honorer madrasah merupakan aspirasi yang selama ini terus disampaikan oleh para pendidik di lingkungan madrasah dan pesantren.
Oleh sebab itu, Komisi VIII DPR RI terus mendorong pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih besar terhadap tenaga pendidik keagamaan.
Data Pendidikan Keagamaan Harus Valid
Selain persoalan kesejahteraan guru, Abdul Wachid juga menyoroti pentingnya validitas data pendidikan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama.
Ia menilai berbagai program bantuan dan penganggaran sering kali terkendala akibat data yang belum akurat.
"Kami sudah berulang kali menyampaikan bahwa persoalannya ada pada data. Ketika datanya tidak valid, banyak program yang akhirnya tidak tersalurkan secara optimal," katanya.
Artikel Terkait
Mengisi Libur Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Baznas Klaten
Kronologi Peserta Latsarmil Kopdes-KNMP Asal Sumut Novia Rahmadhani Meninggal Dunia
Berbagi Kebahagiaan di Bulan Muharam, Kemenag Ciamis Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas, Ajak Anak Yatim Bangkit dan Percaya Diri
Kontroversi di Balik Wafatnya 3 Calon Manajer Kopdes-KNMP: Pulang dalam Peti, Berujung Tindak 'Evaluasi'
SPBU Genteng Wetan Milik Siapa? Terungkap Mitra Pertamina yang Sempat Dropping Solar dari Truk Tangki PT Puspita Cipta
Ayah Taufik Hidayat Mengaku Pernah Dipukul Pakai Kayu, Ungkap Anaknya Sempat Kabur dari Rumah
Dedi Mulyadi Ungkap Nasib Uang Sayembara Rp250 Juta usai Taufik Hidayat Ditangkap
Bulog Optimalkan Penyerapan Gabah, Stok Beras di Klaten Melimpah dan Dipastikan Aman hingga 2027
Debat Pabas Wakil Rektor UNY dengan Mahasiswa, Sebut Spanduk Aksi sebagai Sampah
Update Kondisi YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat di Bandung: Masih Fokus Pulihkan Kondisi Umum dan Psikis