Minggu, 12 Juli 2026

Ratusan Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Serbu Gedung Rektorat, Kritik Lemahnya Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 21 Mei 2026 | 07:13 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta terkait kasus dugaan kekerasan seksual dosen di lingkungan kampus. (Dok. UPN Veteran Yogyakarta - Instagram.com/@himahiupnvyk)
Menyoroti aksi demonstrasi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta terkait kasus dugaan kekerasan seksual dosen di lingkungan kampus. (Dok. UPN Veteran Yogyakarta - Instagram.com/@himahiupnvyk)

PORTALOKA.ID - Kasus kekerasan seksual di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta tengah menuai sorotan tajam.

Sebelumnya, mencuat dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dosen agroteknologi di Fakultas Pertanian pada kampus tersebut.

Buntut dari kasus itu, terduga pelaku akhirnya diperiksa oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta.

Terlebih, dosen yang bersangkutan telah dinonaktifkan mengacu Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, sebagai langkah preventif dan administratif.

Baca Juga: Momentum Kebangkitan Nasional, UMJ Luncurkan I-CHIP untuk Mengawal Masa Depan Kesehatan Indonesia

Terkini, ratusan mahasiswa dikabarkan menggelar aksi demonstrasi di area gedung rektorat kampus untuk mengawal kasus dugaan kekerasan seksual tersebut, pada Rabu, 20 Mei 2026 sore.

Dalam aksi itu, para mahasiswa membawa poster serta memasang spanduk di sisi-sisi ruangan.

Isi dari poster itu secara garis besar mengkritik pola penanganan UPN Yogyakarta terhadap kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Lantas, bagaimana poin-poin tuntutan yang diutarakan para mahasiswa dalam aksi demonstrasinya di Gedung Rektorat UPN Veteran Yogyakarta? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Dapur MBG di Wilayah Banjar-Bandung, Diduga Sebar ID Palsu dari BGN

Bukan Pertama Kali Terjadi

Anton Wijoyo selaku koordinator aksi, menuturkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Fakultas Pertanian bukanlah yang pertama terjadi di UPN Veteran Yogyakarta.

"Ini merupakan yang sudah terjadi sejak lama namun pihak birokrasi terus menutup-nutupi dengan dalih citra instansi akan memburuk di mata publik," tegas Anton.

Anton menilai, kasus dugaan kekerasan seksual ini bukan cuma terjadi di lingkungan fakultas pertanian.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X