PORTALOKA.ID - Kebahagiaan dirasakan Sarjo (50), seorang pemulung di Boyolali, setelah anaknya yang sempat putus sekolah kini bisa kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Jawa Tengah.
Sehari-hari, Sarjo menggantungkan hidup dari hasil memulung barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan kertas, serta berjualan pakaian bekas keliling.
Penghasilannya yang tidak menentu membuatnya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan lima orang anak.
Keterbatasan ekonomi yang dihadapi bahkan membuat salah satu anaknya sempat putus sekolah selama satu tahun. Dalam kondisi tersebut, pendidikan menjadi hal yang sulit dijangkau.
Baca Juga: Kisah Hendi Saputro, Dulunya Terpaksa Kerja di Bengkel, Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat
Harapan itu kemudian kembali hadir ketika Sarjo diperkenalkan pada program Sekolah Rakyat melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut, anaknya, Syifa, kini dapat kembali bersekolah.
“Alhamdulillah ada pendamping PKH yang menawarkan kalau ada program baru dari Pak Prabowo, dari Kementerian Sosial, jadi anak saya mau ikut sekolah lagi, jadi saya mengucapkan alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Desa Mriyan, Taman Sari, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (21/4).
Bagi Sarjo, kembalinya sang anak ke bangku sekolah bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga tentang menghidupkan kembali mimpi yang sempat tertunda.
Baca Juga: Tak Sekadar Asrama Gratis, Sekolah Rakyat Asah Bakat Siswa Miskin Lewat Taekwondo dan Seni Tari
“Kalau pengennya sih mau jadi dokter, kata anaknya begitu. Kalau saya yang penting mau menempuh pendidikan dulu. Kalau mau jadi apa nanti terserah anaknya, saya cukup mendukung saja,” ungkapnya.
Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan dalam program tersebut, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan makan yang ditanggung sepenuhnya. Hal ini membuatnya tidak lagi terbebani biaya pendidikan anak.
“Jadi saya mengucapkan banyak terima kasih, itu semuanya sudah lengkap. Jadi saya enggak usah ngasih anak saya, cukup doa yang saya kasih sama anak saya,” ucapnya.
Dengan penuh rasa syukur, Sarjo menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang kini didapatkan anaknya untuk kembali menata masa depan melalui pendidikan.
Artikel Terkait
Wajib Tahu! Ini Dia Barang Hotel yang Boleh dan Tidak Boleh Dibawa Pulang
Fakta Kasus Keracunan MBG di Demak: Ratusan Santri hingga B3 Alami Mual Muntah, Dirujuk ke Sejumlah Faskes
OJK Tegal Dorong Penguatan BPR yang Sehat dan Berdaya Saing Dukung Ekonomi Daerah
Respons MUI Soal Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur Hidup-Hidup
Bu Atun, Guru SMAN 1 Purwakarta Legawa Maafkan Muridnya Meski Sempat Diacungi Jari Tengah
Dinilai Mirip Amsal Sitepu, Toni Aji Anggoro Justru Divonis Bui 1 Tahun di Kasus Korupsi Pembuatan Website Desa Kabupaten Karo
Dari Beras ke Cabai, Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026
5 Kebun Teh di Jawa Barat Ini Sangat Cocok untuk Healing, Salah Satunya Cuma 1,5 Jam dari Jakarta
Bikin Geram Warganet, Viral WNA Timor Leste Joget-joget Sambil Menyobek Uang Rp100 Ribu saat Live TikTok
5 Kuliner Ikonik Khas Sunda: Dari Cemilan Manis hingga Jajanan Populer