PORTALOKA.ID-- Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tegal terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) agar tetap sehat, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi dan tantangan digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita dalam kegiatan Halal Bihalal Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) se-Eks Karesidenan Pekalongan di Hotel Khas Tegal, Jumat 18 April 2026.
Kurnia menegaskan bahwa penguatan BPR tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan peran BPR sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
"Untuk meningkatkan kontribusi BPR terhadap pengembangan perekonomian daerah, dibutuhkan BPR yang sehat. BPR yang sehat tidak hanya tercermin dari rasio keuangan yang baik, seperti kredit bermasalah yang rendah dan permodalan selalu disebut perdana sesuai bobot tingkat kesahatan (TKS) yang kuat, namun bergantung juga dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kurnia juga menyampaikan lima nilai luhur budaya Jawa yang relevan untuk diimplementasikan dalam operasional BPR.
Pertama, Urip Iku Urup, yang mengandung makna bahwa BPR harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kembali pada perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Kedua, Tatag, Teteg, Tutug, yang menekankan pentingnya keberanian, ketangguhan, dan ketuntasan pengurus BPR dalam menghadapi tantangan, termasuk menjaga likuiditas, meningkatkan daya saing, dan menyelesaikan kredit bermasalah.
Ketiga, Eling lan Waspada serta Alon-alon Waton Kelakon, yang menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis dan penyaluran kredit, dengan mengedepankan mitigasi risiko secara cermat dan terukur.
Baca Juga: Resmi Jabat Kepala OJK Tegal yang Baru, Kurnia Tri Puspita Berkomitmen Perkuat Ekonomi Daerah
Keempat, Bener, Pener, lan Ojo Dumeh, yang menekankan integritas, ketepatan, dan sikap tidak sewenang-wenang, sehingga pengurus dan pemegang saham BPR diharapkan senantiasa menghindari benturan kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.
Kelima, Holopis Kuntul Baris, yang mengandung makna pentingnya sinergi dan kolaborasi antarBPR melalui wadah Perbarindo untuk membangun ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat dan kompetitif.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri atas pengurus Perbarindo, direksi dan komisaris BPR, serta pejabat eksekutif BPR se-Eks Karesidenan Pekalongan.
Menurutnya, OJK Tegal akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan untuk mendorong industri BPR yang tumbuh sehat dan berkelanjutan, memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Artikel Terkait
Di World Economic Forum Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan Peran Penting UMKM dalam Keuangan Global
Dukung Pemulihan Pascabencana, Relawan BRI Peduli Terjun Langsung 'Bersih-bersih Sekolah' di Aceh Tamiang
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur hingga Tahun 2025
Didukung BRI dan LinkUMKM, Kenes Lalita Berhasil Kembangkan Bisnis Busana Anak Wastra Khas Jepara
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun, Lebih dari 60 Persen ke Sektor Produksi Penggerak Ekonomi Rakyat
Aksi Heroik Satpam BRI Ajibarang Atasi Kebakaran Minibus: Langsung Cari APAR, Sukses Kendalikan Api