Senin, 8 Juni 2026

OJK Tegal Dorong Penguatan BPR yang Sehat dan Berdaya Saing Dukung Ekonomi Daerah

Photo Author
- Selasa, 21 April 2026 | 11:00 WIB
Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita memberikan sambutan dalam Halal Bihalal Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) se-Eks Karesidenan Pekalongan, Jumat 18 April 2026. (OJK Tegal)
Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita memberikan sambutan dalam Halal Bihalal Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) se-Eks Karesidenan Pekalongan, Jumat 18 April 2026. (OJK Tegal)

PORTALOKA.ID-- Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tegal terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) agar tetap sehat, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi dan tantangan digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita dalam kegiatan Halal Bihalal Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) se-Eks Karesidenan Pekalongan di Hotel Khas Tegal, Jumat 18 April 2026.

Kurnia menegaskan bahwa penguatan BPR tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan peran BPR sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

"Untuk meningkatkan kontribusi BPR terhadap pengembangan perekonomian daerah, dibutuhkan BPR yang sehat. BPR yang sehat tidak hanya tercermin dari rasio keuangan yang baik, seperti kredit bermasalah yang rendah dan permodalan selalu disebut perdana sesuai bobot tingkat kesahatan (TKS) yang kuat, namun bergantung juga dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” katanya.

Baca Juga: Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur, Nasabah Bank Plat Merah Korban Blokir OJK Sujud Syukur

Dalam kesempatan tersebut, Kurnia juga menyampaikan lima nilai luhur budaya Jawa yang relevan untuk diimplementasikan dalam operasional BPR.

Pertama, Urip Iku Urup, yang mengandung makna bahwa BPR harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kembali pada perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Kedua, Tatag, Teteg, Tutug, yang menekankan pentingnya keberanian, ketangguhan, dan ketuntasan pengurus BPR dalam menghadapi tantangan, termasuk menjaga likuiditas, meningkatkan daya saing, dan menyelesaikan kredit bermasalah.

Ketiga, Eling lan Waspada serta Alon-alon Waton Kelakon, yang menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis dan penyaluran kredit, dengan mengedepankan mitigasi risiko secara cermat dan terukur.

Baca Juga: Resmi Jabat Kepala OJK Tegal yang Baru, Kurnia Tri Puspita Berkomitmen Perkuat Ekonomi Daerah

Keempat, Bener, Pener, lan Ojo Dumeh, yang menekankan integritas, ketepatan, dan sikap tidak sewenang-wenang, sehingga pengurus dan pemegang saham BPR diharapkan senantiasa menghindari benturan kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.

Kelima, Holopis Kuntul Baris, yang mengandung makna pentingnya sinergi dan kolaborasi antarBPR melalui wadah Perbarindo untuk membangun ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat dan kompetitif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri atas pengurus Perbarindo, direksi dan komisaris BPR, serta pejabat eksekutif BPR se-Eks Karesidenan Pekalongan.

Menurutnya, OJK Tegal akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan untuk mendorong industri BPR yang tumbuh sehat dan berkelanjutan, memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Editor: Lilisnawati Portaloka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X