Pembaca yang budiman, di rubrik Lokacarita akan kami tampilkan serial cerpen Kanjeng Sunan yang berlatar belakang Kerajaan masa lalu. Kanjeng Sunan adalah sosok Waliyullah sosok yang mewakili ajaran langit dan bersentuhan dengan budaya Nusantara. Yuks kita ikuti kisahnya.
PORTALOKA.ID - Pajajaran sirna dari peradaban dunia usai dipimpin anak cucu Prabu Siliwangi yang tak sehebat kakeknya.
Ada satu masa raja yang justru menaikkan pajak dan memeras rakyat. Inilah menjadi tanda-tanda kehancuran Kerajaan Pajajaran.
Pada saat sedang lemah dan rakyat tidak percaya kepada raja pengganti Prabu Siliwangi, pasukan Kesultanan Banten menyerbu Pajajaran. Saat itulah Pajajaran benar-benar rata dengan tanah tak bersisa.
Kanjeng Sunan sebagai salah satu cucu akhirnya mendirikan Kesultanan Cirebon sebagai penerus Pajajaran dalam versi Islam. Satu-satunya yang tersisa adalah stempel atau token Pajajaran yang digunakan untuk simbol Kesultanan Cirebon.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 4: Banu Kerti Gaib Khodam Kanjeng Sunan
Pada saat kejatuhan Pajajaran, daerah Galuh nyaris kosong tanpa pemerintahan yang stabil. Pada saat itu, Kanjeng Sunan mengirim para penyebar Islam dan sekaligus menjaga warisan leluhur yakni kakeknya Prabu Siliwangi.
"Kanjeng Sunan, bagaimana selanjutnya dakwah kita? Setelah sesama gaib berperang, apakah Kanjeng Sunan juga akan mengerahkan pasukan Macan Ali?," tanya Dodo penasaran usai mendengar kisah kakek moyang Kanjeng Sunan.
"Do, kita ke Kampung Cimaung bukan misi kerajaan. Ini adalah misi sunyi meyelamatkan warisan kakek moyang Galuh. Kita ajak rakyat di Kampung Cimaung hidup dengan aturan Islam," jawab Kanjeng Sunan.
Di Kampung Cimaung ini Kanjeng Sunan menyamar sebagai kakek petani yang jadi marbot masjid tua. Ia mengajar mengaji dan mengajarkan pertanian kepada rakyat setempat.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 5: Perang Gaib yang Tak Usai
"Do, habis magrib kamu ajari ngaji anak-anak kampung ya, aku mau mengajari tata cara bertani yang baik," dawuh Kanjeng Sunan.
Dodo pun lngsung ke masjid kecil untuk siaga. Jadwalnya setiap habis magrib, para jamaah membawa berbagai hidangan agar anak-anak semangat.
Dari balik belukar Arya yang benci dengan kehadiran Kanjeng Sunan diam-diam mengintip dari jauh. Arya sedang merancang bagaimana caranya dakwah Kanjeng Sunan berhenti.
Artikel Terkait
UPDATE! Jadwal Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Terbaru
3 Pesan Penting Bupati dalam Pelantikan 3.327 PPPK Paruh Waktu: Kita Perjuangkan Semua Agar Bisa Full Time
Viral Kasus Anak Akhiri Hidup di NTT, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
Terima Audiensi Forum Guru Passing Grade, Wakil Menteri Agama Singgung soal Validasi Data
Viral Polisi di Kediri Buka Jasa Terapi 'Tanpa Sentuh' Gratis ke Warga, Metodenya Diklaim Berasal dari Energi Alam
Jalin Komunikasi dengan Penegak Hukum, SWAKKA Kunjungi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya
Pegawai SPPG MBG Diangkat jadi PPPK, Guru Honorer Dianaktirikan, DPR Ingatkan Pemerintah Soal Keadilan
Peringati Hari Kanker Sedunia, Serangkaian Layanan dan Fitur Halodoc untuk Mencegah Kanker Sejak Dini
Peluang Lolos Kecil, Sebaiknya Hindari 10 Instansi Ini saat Melamar CPNS 2026 Jika Tak Ingin Gugur Sebelum Bertanding
Sekjen Kemenag Tegaskan Kementerian Agama Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK