Kamis, 4 Juni 2026

Serial Kanjeng Sunan - Bagian 6: Negeri Tak Bertuan, Cahaya Islam Mulai Bersinar

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Kamis, 5 Februari 2026 | 21:11 WIB
Ilustrasi - Kanjeng Sunan mendirikan Kesultanan Cirebon setelah Kerajaan Pajajaran runtuh (Portaloka.id)
Ilustrasi - Kanjeng Sunan mendirikan Kesultanan Cirebon setelah Kerajaan Pajajaran runtuh (Portaloka.id)

Pembaca yang budiman, di rubrik Lokacarita akan kami tampilkan serial cerpen Kanjeng Sunan yang berlatar belakang Kerajaan masa lalu. Kanjeng Sunan adalah sosok Waliyullah sosok yang mewakili ajaran langit dan bersentuhan dengan budaya Nusantara. Yuks kita ikuti kisahnya.


PORTALOKA.ID - Pajajaran sirna dari peradaban dunia usai dipimpin anak cucu Prabu Siliwangi yang tak sehebat kakeknya.

Ada satu masa raja yang justru menaikkan pajak dan memeras rakyat. Inilah menjadi tanda-tanda kehancuran Kerajaan Pajajaran.

Pada saat sedang lemah dan rakyat tidak percaya kepada raja pengganti Prabu Siliwangi, pasukan Kesultanan Banten menyerbu Pajajaran. Saat itulah Pajajaran benar-benar rata dengan tanah tak bersisa.

Kanjeng Sunan sebagai salah satu cucu akhirnya mendirikan Kesultanan Cirebon sebagai penerus Pajajaran dalam versi Islam. Satu-satunya yang tersisa adalah stempel atau token Pajajaran yang digunakan untuk simbol Kesultanan Cirebon.

Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 4: Banu Kerti Gaib Khodam Kanjeng Sunan

Pada saat kejatuhan Pajajaran, daerah Galuh nyaris kosong tanpa pemerintahan yang stabil. Pada saat itu, Kanjeng Sunan mengirim para penyebar Islam dan sekaligus menjaga warisan leluhur yakni kakeknya Prabu Siliwangi.

"Kanjeng Sunan, bagaimana selanjutnya dakwah kita? Setelah sesama gaib berperang, apakah Kanjeng Sunan juga akan mengerahkan pasukan Macan Ali?," tanya Dodo penasaran usai mendengar kisah kakek moyang Kanjeng Sunan.

"Do, kita ke Kampung Cimaung bukan misi kerajaan. Ini adalah misi sunyi meyelamatkan warisan kakek moyang Galuh. Kita ajak rakyat di Kampung Cimaung hidup dengan aturan Islam," jawab Kanjeng Sunan.

Di Kampung Cimaung ini Kanjeng Sunan menyamar sebagai kakek petani yang jadi marbot masjid tua. Ia mengajar mengaji dan mengajarkan pertanian kepada rakyat setempat.

Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 5: Perang Gaib yang Tak Usai

"Do, habis magrib kamu ajari ngaji anak-anak kampung ya, aku mau mengajari tata cara bertani yang baik," dawuh Kanjeng Sunan.

Dodo pun lngsung ke masjid kecil untuk siaga. Jadwalnya setiap habis magrib, para jamaah membawa berbagai hidangan agar anak-anak semangat.

Dari balik belukar Arya yang benci dengan kehadiran Kanjeng Sunan diam-diam mengintip dari jauh. Arya sedang merancang bagaimana caranya dakwah Kanjeng Sunan berhenti.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
X