Sabtu, 18 Juli 2026

Jalin Komunikasi dengan Penegak Hukum, SWAKKA Kunjungi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Kamis, 5 Februari 2026 | 17:08 WIB
Komunitas SWAKKA mengunjungi Kejaksaan dan Inspektorat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya (Portaloka.id/Bang Sufi)
Komunitas SWAKKA mengunjungi Kejaksaan dan Inspektorat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya (Portaloka.id/Bang Sufi)

TASIKMALAYA, PORTALOKA.ID - Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) melakukan kunjungan terbuka ke Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membangun komunikasi langsung dengan dengan aparat pengawasan dan penegak hukum.

Selain itu, kunjungan SWAKKA juga bertujuan untuk menjaga ruang dialog tetap terbuka antara pers dan institusi publik.

Sebagai informasi, SWAKKA adalah komunitas yang dibentuk dari kegelisahan terhadap keterbukaan, akuntabilitas, dan respons lembaga publik terhadap kerja jurnalistik.

Baca Juga: SWAKKA Wadah Wartawan dan Konten Kreator dengan Konsep Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Bisnis

Komunitas ini digagas oleh 15 media online dari beberapa daerah di Jawa Barat.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis (Portaloka.id), menegaskan kunjungan bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari agenda pengawasan publik dan komunikasi kelembagaan.

Salah satu agenda praktis kunjungan termasuk mengantarkan undangan deklarasi SWAKKA yang akan berlangsung 12 Februari 2026 di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya.

Dalam pertemuan itu, SWAKKA juga menyampaikan sejumlah indikasi kasus yang mereka nilai bermasalah, termasuk dugaan korupsi dan kinerja pejabat publik yang dipersoalkan.

Baca Juga: Viral Kasus Anak Akhiri Hidup di NTT, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan

Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Samani (albadarpost.com), menegaskan mereka tidak hanya bermaksud protes tanpa dasar: seluruh temuan yang dibawa berbasis data dan dokumen.

Contoh kasus yang disorot adalah Gedung PLUT di Kabupaten Tasikmalaya, yang menurut mereka sudah terang benderang soal dugaan korupsi dan persekongkolannya di ruang publik.

Tak hanya itu, ada juga sorotan dugaan isu serupa di beberapa sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan RSUD.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X