PORTALOKA.ID - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menerapkan Work From Home (WFH).
Kebijakan WFH ini berlaku mulai 30 Maret 2026 sampai 1 Juni 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka penghematan energi akibat dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.
WFH dilaksanakan maksimal 100 persen setiap hari Rabu bagi staf Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan tetap mengedepankan disiplin, tanggung jawab, serta capaian kinerja yang optimal.
Baca Juga: Badan Kepegawaian Buka Suara Soal PPPK Dirumahkan Imbas Efisiensi Anggaran
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa WFH bukan libur, para ASN tetap bekerja seperti biasa.
"WFH bukan libur, tetap kerja dan bertanggung jawab," tegas Aries Agung Paewai, dikutip Portaloka.id, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, seluruh ASN tetap wajib responsif, melaksanakan tugas sesuai peran, melakukan presensi secara tertib, serta melaporkan output kerja sebagai bentuk akuntabilitas kinerja.
Kebijakan WFH Dinas Pendidikan Jawa Timur hanya berlaku untuk staf ASN di Sekretariat, Bidang, UPT, dan Caddin.
Sedangkan untuk Eselon III dan IV serta Ketua Tim tetap bekerja di kantor seperti biasa.
WFH juga tidak diberlakukan bagi satuan pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan tatap muka.
Aturan Saat WFH
Dilansir dari akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Jawa Timur, pada saat WFH ada sejumlah peraturan yang harus ditepati.
Artikel Terkait
Pemilik SPPG di Bengkulu yang Bela Pelaku Joget Rp6 Juta, Netizen Dituding Acapkali Bersikap Suudzon
Ribuan PPPK Terancam PHK Massal, DPR Desak Pemerintah Tunda Pembatasan Belanja Pegawai
Badan Kepegawaian Buka Suara Soal PPPK Dirumahkan Imbas Efisiensi Anggaran
Soal Latihan TKA Bahasa Indonesia SMP-MTs 2026 Lengkap dengan Kunci Jawabannya
Deretan Hari Besar Nasional dan Internasional April 2026, di Antaranya Ada Hari Libur
Terciduk, Mobil SPPG di Nabire Katahuan Angkut Sampah, BGN Gercep Lakukan Pembekuan
Datang Pagi Hari, Enzy Storia Bawa Kue Ulang Tahun saat Berziarah ke Makam Vidi Aldiano: Kangen Banget Loh
PP Tunas Mulai Berlaku, Kemenag Siapkan 13 Juta Siswa Madrasah dan Santri Bangun Budaya Digital Beretika
Seskab Teddy Ungkap Alasan Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat untuk Rayakan Lebaran di Monas
1.000 UMKM Ikut Serta dalam Pasar Murah di Monas, Pemerintah Siapkan 100 Ribu Kupon Senilai Rp500 Ribu