Literasi pada akhirnya bukan sekadar urusan sekolah, perpustakaan atau buku.
Ia hadir ketika seorang warga membaca informasi sebelum mempercayainya. Ia hadir ketika seorang anak menemukan pengetahuan baru dari sebuah buku. Ia hadir ketika pelaku UMKM belajar memahami pasar. Ia hadir ketika masyarakat menggunakan teknologi bukan hanya untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Karena itu, membangun budaya literasi membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas. Sekolah membangun kebiasaan belajar. Keluarga menumbuhkan budaya membaca. Komunitas menjaga gairahnya. Sementara masyarakat menjadi pelaku utama yang menentukan apakah literasi benar-benar menjadi kebiasaan atau hanya berhenti sebagai slogan.
Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan semua unsur tersebut.
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk membaca banyak hal. Mereka membutuhkan kemampuan untuk memahami apa yang dibaca, mempertanyakan apa yang diragukan, dan menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan.
Sebab, tantangan zaman bukan lagi kelangkaan informasi.
Justru sebaliknya, informasi kini terlalu melimpah.
Dan di tengah kelimpahan itu, kemampuan membaca dengan pikiran terbuka dan kritis menjadi salah satu bekal paling penting untuk membawa Ciamis melangkah menuju masa depan. ***
Artikel Terkait
BGN Layangkan Teguran ke Pegawai SPPG Bantul, Buntut Dugaan Konten Olok-olok Korban Keracunan MBG Karo
Moreno Soeprapto Klarifikasi dan Minta Maaf usai Terciduk Video Call saat Rapat DPR
Diduga Ejek Korban Keracunana MBG Karo, Pegawai SPPG Bantul Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Pengukuhan PIMDA dan 13 Korwil PGMM Kabupaten Bogor Sukses Digelar, Wadah Baru Perjuangan Guru Madrasah
Mulai 2027 Gaji PPPK Ditanggung APBN, Pemda Tak Boleh Lagi Alasan Efisiensi
Mendagri Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman, Pemerintah Pusat Setujui Tambahan TKD Rp18,9 Triliun
Rakornas ICCN 2026 Akan Digelar di Jakarta, Lanjutkan Gaung World Conference on Creative Economy
BGN Dapat Alokasi Anggaran Rp240,20 Triliun pada 2027, Targetkan Jangkau 72 Juta Penerima MBG
5 Makanan Indonesia yang Punya Nama Unik, Ada Mi Lendir hingga Nasi Kentut
4 Langkah Cara Mengecek Penerima Bansos PKH 2026 Lewat Situs hingga Aplikasi Kemensos