Kehadiran negara tidak diukur dari tepuk tangan saat perpisahan atau penghargaan di akhir masa bakti, melainkan dari keadilan tarif pengabdian dan jaminan kesejahteraan selama guru masih berdiri di depan kelas.
Semoga tulisan ini dapat menggugah kesadaran semua pemangku kepentingan. Perlu diingat bahwa suara guru madrasah swasta bukan meminta belas kasihan, melainkan menagih hak atas kontribusi nyata yang telah mencerdaskan generasi bangsa.***
Penulis: Dedy Misnoto, M.Pd.I
Ketua Pimda PGMM Bondowoso