Baca Juga: Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat Digelar di Ciamis
Bapak presiden yang terhormat. Pidato Bapak sangat menyentuh hati, baru pertama dilantik, begitu hebat dan semangatnya Bapak ingin menegakkan keadilan di semua sektor. Karena itu kunci utama kemajuan sebuah negara, termasuk di sektor pendidikan.
Oleh karena itu jangan lagi ada pendidikan second line but we need a level playing field all school in our country.
Sebab, hingga kini lembaga Pendidikan swasta selalu dikecualikan dari berbagai kebijakan afirmatif pemerintah.
Ketidak adilan terkesan sistemik (Terjadi secara menyeluruh, terstruktur, dan berlangsung lama karena sudah tertanam dalam sistem, aturan, atau kebijakan yang berlaku) terutama pada madrasah swasta.
Pada masa penjajahan Belanda, bangsa pribumi (Indonesia) tidak diberi kesempatan mendapatkan layanan pendidikan formal. Yang boleh bersekolah hanya kaum bangsawan dan Penguasa yang tunduk pada penjajah Belanda.
Hal itu juga yang tercermin dalam ungkapan populer "Verboden Voor Honden En Inlanders", dimana bangsa pribumi dinisbatkan sebagai kaum rendahan bahkan disamakan dengan anjing yang tidak boleh bergaul dengan Belanda.
Madrasah Didiskriminasi
Pada tahun 1908 Syekh Abdullah Ahmad Madrasah Adabiyah mendirikan madrasah pertama di Padang, Sumatera Barat.
Namun kala itu Belanda mencurigai madrasah dan menganggapnya sebagai "sekolah liar" karena dianggap berpotensi membangkitkan perlawanan. Belanda pun membatasi madrasah melalui berbagai peraturan yang diskrimatif.
Lalu, mengapa sampai sekarang masih ada diskriminasi terhadap madrasah? Apa bedanya dengan yang dilakukan oleh penjajah Belanda?
Sebagai informasi, kata "madrasah" berasal dari bahasa Arab, yang merupakan (kata benda tempat) dari akar kata dasar "belajar". Jadi, secara harfiah, madrasah berarti "tempat belajar".
Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal yang berada di bawah binaan Kementerian Agama, bahkan ada yang langsung dikelola oleh Kemenag (madrasah negeri). Di samping itu, ada juga yang diselenggarakan oleh masyarakat yaitu madrasah swasta.
Artikel Terkait
Fakta-fakta Kecelakaan Tabrak Lari di Sradakan Bantul, Pelaku Kendarai Nmax Putih Hingga Tancap Gas Usai Laka
Masih Ingat Mars Hari Santri 22 Oktober 45? Yuk Hafalkan Liriknya Agar Lancar saat Perayaan HSN 2025
Disebut Bagi-bagi Smartboard, Kemenko PMK Luruskan Isu Digitalisasi Pembelajaran
8 Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Dirujuk ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG, Begini Gejala yang Dialami
Ingin Nikah Naik Mobil Dinas Bupati? Pemkab Boyolali Punya Program Monikah, Gratis Tanpa Dipungut Biaya!
Cara dan Syarat Pinjam Mobil Dinas Bupati Boyolali Program Monikah untuk Acara Pernikahan, Tanpa Dipungut Biaya Alias Gratis!
Kecelakaan Vario Vs Jazz di Galur Kulon Progo Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia di TKP
Demi Selamatkan Cucu Nyemplung Sumur, Kakek 56 Tahun Meninggal Dunia Tenggelam di Ngawen Gunungkidul Yogyakarta
Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Sungai Citarum Karawang
Ammar Zoni Diduga Kembali Terseret Kasus Narkoba, Edarkan Sabu dan Ganja di Rutan Salemba Jakarta Pusat