PORTALOKA.ID - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Jember, Jawa Timur patut berbahagia.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Jember memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para ASN.
Namun, THR ASN Kabupaten Jember tidak cair 100 persen, melainkan hanya 50 persen saja.
Bupati Jember Gus Fawait mengonfirmasi bahwa seluruh hak tunjangan bagi ASN termasuk PPPK di Jember telah diproses dan dipastikan masuk ke rekening masing-masing penerima.
Baca Juga: Hore! 13.077 PPPK Paruh Waktu Jawa Tengah Dapat THR 2026, Catat Tanggal Pencairannya
Namun, ia memberikan klarifikasi penting mengenai besaran THR yang sempat menjadi perbincangan, yakni mengapa jumlah yang diterima tidak mencapai angka penuh atau 100 persen dari komponen tunjangan kinerja/tunjangan tambahan.
Gus Fawait sebelumnya telah menjelaskan bahwa secara finansial dan manajerial, Pemerintah Kabupaten Jember sebenarnya sangat siap dan mengusahakan agar THR tahun ini bisa cair 100 persen.
Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pegawai dalam membangun daerah.
"Pemerintah Kabupaten Jember sebenarnya memiliki niat dan kemampuan untuk memberikan hak tersebut secara penuh (100 persen). Namun, kita harus berbenturan dengan regulasi di atasnya," ujar Gus Fawait, dikutip Portaloka.id, Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Tetap Beri THR PPPK Paruh Waktu Meski Tak Diatur PP, Sebegini Besarannya
Dikatakan Gus Fawait, alasan utama mengapa THR hanya cair di angka 50 persen adalah adanya instruksi dan regulasi ketat dari Pemerintah Pusat.
Berdasarkan aturan nasional, pemerintah daerah diwajibkan melakukan sinkronisasi anggaran sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan secara makro.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah Pusat memberikan batasan bahwa pencairan hanya diperbolehkan sebesar 50 persen. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jember wajib mematuhi aturan tersebut agar tidak terjadi kesalahan administrasi atau audit di kemudian hari," tambah Gus Fawait.
Meski jumlah yang diterima mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi awal para ASN, Gus Fawait menekankan pentingnya sikap syukur.