Kebahagiaan serupa dirasakan Supriadi seorang guru PPKN.
Supriadi telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak.
Dia pernah tiga kali mencoba CPNS, namun gagal.
Pada seleksi PPPK 2021, saat itu penempatan tidak muncul karena regulasi dan formasi belum dibuka.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Tidak Selamanya, Ini Batas Usia Pensiun Menurut UU ASN yang Sudah Disahkan
“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan."
"Tapi saya tetap bertahan, karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya.
Kini, berkat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu.
Supriadi ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak.
Baca Juga: SAH! 3.352 Honorer Pemalang Resmi Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu, Segini Bocoran Gajinya
“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya.
Para guru pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai telah memberi perhatian nyata bagi kesejahteraan guru honorer.
“Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ungkapnya.
Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, semangat para guru untuk mendidik semakin meningkat.
Mereka yakin, langkah ini adalah bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia lahir dari ketulusan pendidik yang kini merasa dihargai.