Kamis, 9 Juli 2026

16.138 PNS Kemenag Formasi 2024 Resmi Dilantik, Menteri Agama Ingatkan soal ISTIQAMAH

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 22 Mei 2026 | 09:13 WIB
Pelantikan PNS Kementerian Agama RI formasi 2024 (Kemenag)
Pelantikan PNS Kementerian Agama RI formasi 2024 (Kemenag)

PORTALOKA.ID - Sebanyak 16.138 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi 2024 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) resmi dilantik.

Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Pelantikan dilakukan secara luring dan daring serta dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik.

Baca Juga: Baleg DPR Janji Bikin Regulasi Khusus Madrasah dan Sekolah Swasta, PGMM Bogor: Jika Tak Ditepati, Kami Datang Lagi!

Menag juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada PNS yang baru dilantik.

Ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya sebagai aparatur negara baru akan dimulai setelah pelantikan.

“Berpuluh-puluh tahun ke depan Saudara akan menjalankan tugas dan meniti karir sebagai abdi negara, siapkan mental dan tekad yang kuat untuk menjalaninya,” ujar Menag.

Nasaruddin menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat dan institusi.

Baca Juga: SIAGA 2026: Negara Tidak Boleh Lagi Menutup Mata terhadap Nasib Guru Madrasah dan Sekolah Swasta

Ia meminta para ASN muda Kemenag terus menerapkan nilai-nilai budaya kerja dan aktif mendukung program prioritas kementerian, seperti penguatan kerukunan umat, cinta kemanusiaan, ekoteologi, dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

Menurut Menag, ASN Kemenag harus memiliki profil high tech dan high touch, yakni mampu menguasai teknologi informasi sekaligus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan berkesan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Menag juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam birokrasi. 

"AI dapat membantu mempercepat pekerjaan administratif dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun demikian, penggunaan AI harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis dan menjunjung tinggi integritas. Secanggih apa pun teknologi yang digunakan, critical thinking tetap menjadi kemampuan utama yang harus dimiliki ASN,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X