Baca Juga: Mitra SPPG di Ciamis Keluhkan Minim Sosialisasi dan Monitoring Standar IPAL Dapur MBG
Prosesi Nyiar Lumar di Astana Gede
Sesampainya di kawasan Astana Gede Kawali, rangkaian Nyiar Lumar memasuki suasana yang lebih sakral. Peserta kirab berkumpul di kawasan situs untuk mengikuti prosesi budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sejarah Galuh.
Prosesi Nyiar Lumar diawali dengan penyambutan rombongan kirab. Obor-obor yang dibawa peserta kemudian menjadi bagian dari simbol perjalanan mencari cahaya, pengetahuan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Dalam prosesi tersebut, para pelaku budaya menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga sejarah, merawat situs, dan meneruskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: DWP Diskominfo Ciamis Beri Edukasi Penggunaan Gawai, Cegah Kecanduan HP pada Anak
Nyiar Lumar tidak dimaknai sebagai upaya kembali hidup pada masa lampau. Sebaliknya, tradisi ini menjadi ruang untuk mengambil hikmah dari perjalanan sejarah sebagai bekal menghadapi masa depan.
Astana Gede Kawali pun menjadi panggung hidup bagi pertemuan antara sejarah, seni, dan generasi baru.
Di bawah langit malam Kawali, cahaya obor, iringan musik tradisional, dan suasana situs bersejarah membangun atmosfer yang membawa pengunjung seolah memasuki lorong waktu peradaban Galuh.
Baca Juga: Mengenal Raden Adipati Sutadinata, Sosok Bupati Galuh yang Terlupakan
Teatrikal Perang Bubat Jadi Puncak Pertunjukan
Salah satu daya tarik utama Nyiar Lumar 2026 adalah pertunjukan teatrikal Perang Bubat.
Drama kolosal tersebut mengangkat salah satu peristiwa yang dikenal dalam perjalanan sejarah Nusantara. Para seniman Kawali menghadirkan kembali kisah tersebut melalui perpaduan dialog, gerak tari, musik, dan teatrikal.