SPPG akan menggandeng BUMDes dalam memenuhi kebutuhan bahan baku MBG.
Langkah tersebut dimulai dengan mengidentifikasi produk lokal yang dikelola oleh BUMDes yang berasal dari petani dan peternak lokal.
"Setelah data itu diidentifikasi, Korcam SPPG berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengaudit, apakah itu real diambil dari petani atau tidak. Kemudian kita akan mendorong agar BUMDes membentuk kemitraan dengan SPPG yang ada di Kecamatan Sadananya," jelas dia.
Febi menambahkan, agar makanan yang diproduksi dalam program MBG terjaga kualitasnya, SPPG akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kualitas bahan baku.
"Nanti SPPG akan mengecek kualitasnya. Di sini peran utama SPPG sebagai filter sebelum makanan ini diproduksi dan disalurkan kepada penerima manfaat," tegasnya.
Baca Juga: Diduga Ejek Korban Keracunana MBG Karo, Pegawai SPPG Bantul Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Febi berharap program yang dijalankan di wilayah Kecamatan Sadananya ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pemberdayaan masyarakat.
Dengan program tersebut diharapkan SPPG bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Sebagai informasi, saat ini jumlah SPPG di Kecamatan Sadananya sebanyak 5 dapur dengan jumlah penerima manfaat sekitar 10.481.
Masing-masing SPPG melayani sekitar 2.000 penerima manfaat.***
Artikel Terkait
Moreno Soeprapto Klarifikasi dan Minta Maaf usai Terciduk Video Call saat Rapat DPR
Pengukuhan PIMDA dan 13 Korwil PGMM Kabupaten Bogor Sukses Digelar, Wadah Baru Perjuangan Guru Madrasah
Mulai 2027 Gaji PPPK Ditanggung APBN, Pemda Tak Boleh Lagi Alasan Efisiensi
Mendagri Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman, Pemerintah Pusat Setujui Tambahan TKD Rp18,9 Triliun
Rakornas ICCN 2026 Akan Digelar di Jakarta, Lanjutkan Gaung World Conference on Creative Economy
4 Langkah Cara Mengecek Penerima Bansos PHK 2026 Lewat Situs hingga Aplikasi Kemensos