“Digital mindset harus menjadi dasar dalam pelayanan. Hari ini, pengambilan keputusan harus berbasis data, bukan berdasarkan perkiraan semata,” katanya.
Keempat, pemimpin harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan dinamika masyarakat. Terlebih dengan adanya mutasi maupun promosi, pejabat dituntut cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, karakter masyarakat, serta para pemangku kepentingan.
Dudu menilai kemampuan beradaptasi sangat penting bagi pejabat Kementerian Agama karena tugas dan pelayanan keagamaan tidak dapat dilepaskan dari komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat.
“Seorang pemimpin harus cepat beradaptasi dengan lingkungan, dengan siapa kita berbicara, dan di mana kita berbicara. Kementerian Agama tidak lepas dari peran tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Keseruan Lomba Tangkap Bebek di Tengah Umbul Ponggok Klaten bagi Wisatawan saat Momen HUT RI
Kelima, pemimpin harus mampu membangun kolaborasi. Dudu menekankan pentingnya membangun sinergi, silaturahmi, komunikasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurutnya, pemimpin Kementerian Agama harus mampu menjadi penggerak kolaborasi, baik di internal organisasi maupun dengan berbagai stakeholder.
“Pemimpin harus mampu membangun sinergi dan silaturahmi. Kolaborasi harus menjadi kekuatan seorang pemimpin agar seluruh potensi yang ada dapat bergerak bersama,” ungkapnya.
Selain lima kekuatan tersebut, Dudu juga mendorong para pejabat untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Inovasi, kata dia, bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Harus ada inovasi, ada ide baru yang bisa memberikan dampak dalam pelayanan. Inovasi itu harus bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi benar-benar hadir sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi dan memberikan manfaat nyata.
“Kalau seorang pemimpin tidak bisa menggerakkan orang, maka belum bisa disebut pemimpin. Karena itu, saya berharap Bapak dan Ibu mampu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan manfaat,” tuturnya.
Mengakhiri arahannya, Kakanwil berpesan agar amanah dan kepercayaan yang diberikan melalui pelantikan tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.
Artikel Terkait
Meriahkan Momen HUT RI, Umbul Pelem Klaten Tebar Uang Rp 5 Juta Ke Pengunjung Lewat Flying Fox
Kepala BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Kepala SPPG Terancam Dipecat, Dapur Disuspend
8 Tuntutan BEM UI bersama 25 Aliansi pada Aksi Unjuk Rasa di Bundaran HI, di Antaranya Terkait Bencana
BAZNAS Ciamis Disorot Masyarakat Terkait Target Infak Rp10 Juta per Desa
Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta Memasuki Babak Baru, Sejumlah Fakta Terungkap di Persidangan Perdana
Pendaki Gunung Slamet Tewas Terjatuh ke Kawah, Diduga Bermula saat Duduk-duduk di Tepi Jurang
Pengusaha UMKM di Tebet Curhat Lapaknya Dipaksa Pindah oleh Oknum Politisi PAN Demi Bangun SPPG