Pembinaan dilakukan setiap hari di sekolah dan ditangani langsung oleh guru matematika. Tidak ada pembimbing khusus dari luar yang dilibatkan dalam persiapan tersebut.
Baca Juga: Manajer Sudah Direkrut, Gedung Sudah Dibangun, Kapan Kopdes Merah Putih Mulai Berbisnis?
“Persiapannya dua minggu, setiap hari. Tidak melibatkan dari luar, jadi dia dibimbing sama gurunya, guru matematikanya. Kami memaksimalkan yang ada saja,” ujar Ook.
Menurutnya, keputusan memaksimalkan pembimbing internal tidak terlepas dari persoalan efisiensi anggaran. Meski demikian, pihak madrasah tetap optimistis guru yang ada mampu memberikan pembinaan secara maksimal.
Ook bahkan membuka peluang penguatan pembinaan melalui forum MGMP Matematika. Menurutnya, kolaborasi antarguru matematika dapat menjadi salah satu cara memperkuat persiapan siswa menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau misalnya nanti di MGMP Matematika, mungkin bisa bersama-sama membimbing anak-anak. Dari kita untuk kita,” katanya.
Baca Juga: 230 Ribu Siswa Madrasah dan Umum Ikuti OMI 2026, Tiga Provinsi Sumbang Peserta Terbanyak
Raihan Juara 1 OMI Sains tingkat Kabupaten Ciamis kini menjadi modal bagi Pranaja untuk melangkah ke tingkat Provinsi.
Ook mengatakan persiapan menuju tingkat provinsi tentu membutuhkan perhatian lebih. Namun, pihak madrasah tetap akan berupaya mengoptimalkan kemampuan internal sembari melihat kemungkinan adanya penguatan pembinaan melalui jejaring guru matematika.
Bagi MTsN 15 Ciamis, prestasi Pranaja juga menjadi gambaran bahwa potensi siswa di madrasah dapat berkembang ketika mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
“Kami masih percaya pembimbing di dalam juga mampu. Kecuali kalau nanti ada kesempatan melalui MGMP Matematika untuk memperkuat persiapan, tentu akan lebih baik,” tuturnya.
Baca Juga: Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya pemetaan potensi siswa sejak awal. Bagi madrasah, siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang tertentu tidak cukup hanya diberikan pembelajaran reguler, tetapi perlu diarahkan melalui pembinaan dan pengalaman berkompetisi.
Dengan Pranaja sebagai Juara 1 OMI Sains Matematika tingkat Kabupaten Ciamis, MTsN 15 Ciamis kini menatap persaingan di tingkat Provinsi dengan modal prestasi, pembinaan internal, serta potensi siswa yang telah ditempa sejak bangku sekolah dasar.