PORTALOKA.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menimpa ratusan siswa di Pati.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan proses penyiapan makanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Wakil Kepala BGN, Trenggono, menegaskan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pembenahan tata kelola yang terus dilakukan sejak kepemimpinan baru berjalan secara konsisten di seluruh SPPG.
Baca Juga: Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
“Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” ujar Trenggono, dikutip Senin, 14 September 2026.
Karena itu, Trenggono menegaskan BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang berdasarkan hasil evaluasi dinilai tidak layak atau tidak mampu memenuhi standar keamanan dalam penyediaan makanan.
“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen kita di BGN,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti evaluasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh SPPG di wilayahnya. Pemeriksaan akan dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan lintas sektor untuk memastikan kondisi serta kesiapan masing-masing dapur.
Baca Juga: Update Korban Dugaan Keracunan MBG Kedaluwarsa di Gembong Pati: 154 Siswa Dirawat Jalan
“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur itu melayani penerima manfaat di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya akan melihat kondisi fisik dapur, tetapi juga kemampuan masing-masing SPPG dalam melayani jumlah penerima manfaat. Hal ini penting untuk memastikan kapasitas dapur sebanding dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
“Misalkan dapur ini kecil, dia ternyata mendapatkan pengelolaan manfaat ini sampai 2.500 sampai 3.000. Itu yang akan kami evaluasi,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, evaluasi akan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif. Pemerintah Kabupaten Pati akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Kodim, Polres, serta seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Pati.
Artikel Terkait
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima Manfaat MBG, Daerah 3T dan Stunting Tinggi jadi Prioritas
Puskesmas Cikoneng Buka Suara soal Pasien Meninggal Dunia Diduga Akibat Digigit Ular
Prabowo Tiba di New Delhi, Siap Perkuat Peran Indonesia di KTT ke-18 BRICS
Gaji Layak Manajer Koperasi: Berbasis Jabatan atau Kompetensi?
Revitalisasi SLB Taman Raflesia Cikoneng Ciamis Disambut Positif Pihak Sekolah: Anak-Anak Belajarnya Lebih Nyaman
Kemenag Ciamis Umumkan Pemenang OMI 2026 Tingkat MI, MTs, dan MA, Simak Daftarnya
Cerita Warga Makassar Antre BBM: Datang ke SPBU Sejak Jam 4 Subuh, Baru Terisi saat Siang Hari
Bukan Sekadar Bela Diri, Pekan Pelatihan Silat MA Plus Azzahra Ciamis Jadi Wadah Pendidikan Karakter
Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
Di Forum BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Negara Tangguh, Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun