Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Ia bertekat untuk memberikan pendidikan terbaik untuk putra-putrinya.
Panen Porang Lebih Awal Demi Ikut Aksi SIAGA
Seperti ribuan guru madrasah lainnya, Suratno menaruh harapan besar agar pemerintah memperhatikan kesejahteraannya.
Demi mewujudkannya, guru MIM Jeruk ini bertekad untuk bergabung dengan puluhan ribu guru madrasah lainnya pada Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA) yang akan digelar pada 20 Mei 2026 di depan Gedung DPR RI Jakarta.
Perjalanan dari kampung halaman menuju Jakarta bukan perjalanan yang mudah.
Dari kampung, Ia berangkat menuju kota naik sepeda motor selama 3 jam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan selama 15 jam menuju Jakarta.
Suratno bersama Pimpinan Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Pacitan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan Pimpinan Pusat PGMM dan puluhan ribu guru madrasah dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk bekal di perjalanan dan selama di Jakarta, Ia pun harus merelakan tanaman porangnya dipanen lebih awal.
Harapan Suratno kepada Pemerintah
Dengan aksi ini, Suratno menaruh harapan besar kepada pemerintah agar tidak lagi ada pembeda antara guru negeri dan swasta.
"Harapan saya kesejahteraan guru madrasah swasta, jangan ada pembeda antara negeri dan swasta. Pemerintah juga harus adil terhadap guru swasta, karena kami juga sama-sama turut mencerdaskan kehidupan bangsa," tuturnya.
"Meskipun di pelosok desa, sebagai warga negara yang baik kami ikut bayar pajak, mengikuti pesta demokrasi, dan membangun desa sendiri dengan kearifan lokal yang ada," pungkasnya.***