PORTALOKA.ID - Ratusan ribu guru madrasah swasta hingga kini belum mendapatkan kepastian status dari pemerintah.
Meski sejumlah stakeholder sudah menyatakan dukungan dan berjanji akan memperjuangkan nasib guru madrasah swasta, hal itu tidak serta merta membuat nasib mereka membaik.
Terbaru, dalam Simposium Guru Nasional 2026, Kementerian Agama (Kemenag) berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru madrasah.
Bahkan, Kemenag menegaskan sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan para guru.
Kendati demikian, hasil simposium tersebut masih berupa usulan bukan suatu kebijakan yang langsung menyejahterakan guru madrasah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Tedi Malik.
Menurut Tedi, hasil rumusan Simposium Guru Nasional 2026 merupakan keselarasan antara aspirasi organisasi profesi (Orprof) guru dengan program kerja Kementerian Agama.
"Itu bukan suatu kebijakan yang langsung menyejahterakan guru madrasah, itu masih bersifat usulan," ujar Tedi kepada Portaloka.id, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga: Kebijakan Pengapusan Guru Honorer, Mardani Ali Sera Ingatkan Pemerintah Tentang Hal Ini
Guru Madrasah Swasta Gelar Aksi SIAGA 2026
Sebagai upaya untuk mengawal rumusan Simposium Guru Nasional 2026, Tedi Malik mengatakan guru madrasah akan menggelar aksi unjuk rasa.
Aksi bertajuk Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA) itu akan digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 di depan Gedung DPR RI Jakarta.