Pengawas Pembina Disdikpora Jepara, Tri Daryatni, S.Kom, M.Kom., yang membuka acara secara resmi, menekankan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara logika tetap menjadi kunci utama.
"Algoritma pemrograman itu menjadi dasar apapun software-nya. Saya harapkan di sini nanti bukan sekadar menguasai soft programming, tapi bagaimana kita membangun algoritma berpikir komputasional," ujar Tri Daryatni.
Ia juga mengingatkan para guru agar tidak membiarkan siswa hanya menjadi pengguna teknologi. "Jangan sampai bergantung pada AI. Kita tingkatkan nanti agar mereka menjadi kreator," tambahnya.
Kegiatan yang didanai penuh oleh DPA UNNES Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan menjadi langkah akselerasi mutu pendidikan di Jepara, menjadikan para guru sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan teknologi digital di sekolah.***
Artikel Terkait
Pria di Sleman Yogyakarta Rusak Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Berujung Diciduk Polisi
45 Penyelam Gelar Upacara Bawah Air di Umbul Ponggok Klaten untuk Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
MUI Larang Pria Berbusana Wanita saat Karnaval Agustusan: Hukumnya Haram!
MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Umumkan Pemenang yang Akan Wakili Indonesia ke Kompetisi Tingkat Regional
HDPGSDI Perkuat Jejaring Global, Kirim 27 Dosen Delegasi ke Thailand
Jumlah Pendaftar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Kepresidenan Membeludak Tembus 336 Ribu, Pemerintah Siapkan Kuota Tambahan
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua Hadapi Tantangan, Hasil Laut Diminta Boleh Masuk Menu MBG
Danantara Housing Expo 2026: BRI Pimpin Kolaborasi Himbara Perkuat Pembiayaan Perumahan
Seskab Teddy Masuk TOP 3 Pejabat dengan Kinerja Terbaik dan Popularitas Tinggi Versi IPO
Kronologi Kecelakaan Truk vs Mobil Kiai Anwar Zahid di Bojonegoro: Awalnya Antre Buka-Tutup Jalur