PORTALOKA.ID - Melanjutkan komitmen untuk memfasilitasi pengembangan seni dan kreativitas lokal, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) kembali berkolaborasi dengan IndoArtNow untuk mengumumkan hasil MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026.
Mengusung tema "Strength & Resilience", kompetisi tahun ini bertujuan untuk mencerminkan komitmen MR.D.I.Y. Indonesia dalam memperkuat perannya sebagai andalan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga terutama alat tulis dan bahan serta alat bantu seni, sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak masyarakat untuk berkarya dan dikenal luas di panggung Asia Tenggara.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition menerima lebih dari 1.500 karya yang berasal dari 32 provinsi Indonesia. Jangkauan provinsi yang lebih luas menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap kompetisi ini.
MR.D.I.Y. Indonesia mencatat partisipasi terbanyak berasal dari Pulau Jawa, disusul Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
Baca Juga: 45 Penyelam Gelar Upacara Bawah Air di Umbul Ponggok Klaten untuk Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
"Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal," kata Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia.
"Tahun ini, partisipasi meluas ke 32 provinsi dan semoga akan terus berkembang. Kami berterima kasih atas antusiasme luar biasa ini, dan bangga menjadi bagian dari perjalanan setiap seniman yang berpartisipasi," tambahnya.
Dalam proses kurasi dan penilaian karya seni, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition kembali menghadirkan para juri profesional dan ahli di bidang seni seperti R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah selaku Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia.
Penilaian MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 berlandaskan pada ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang diciptakan pada setiap karya seni yang masuk.
Baca Juga: MUI Larang Pria Berbusana Wanita saat Karnaval Agustusan: Hukumnya Haram!
R.E. Hartanto, seniman sekaligus dewan juri, mengatakan, kompetisi tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik.
"Tahun ini kami melihat perkembangan yang sangat menarik dari kualitas karya para peserta. Tema Strength & Resilience diterjemahkan melalui pendekatan yang sangat beragam, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi terhadap budaya dan lingkungan sekitar," ujarnya.
"Yang paling menonjol bukan hanya kemampuan teknis, tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan, serta hasil riset artistik yang mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa praktik seni di Indonesia terus berkembang dengan perspektif yang semakin kaya," sambungnya.
Baca Juga: Pria di Sleman Yogyakarta Rusak Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Berujung Diciduk Polisi
Artikel Terkait
Ratusan Pakar Teknologi Pendidikan se-Indonesia Berkumpul di Semarang Rumuskan Masa Depan Pembelajaran
Viral Dugaan Perundungan Sekelompok ABG di Cilacap, Dinsos PPPA Turun Tangan Beri Pendampingan pada Korban
BRIN Fokus Kembangkan 6 Teknologi Srategis, Mulai dari AI hingga Nuklir
Ramai Komentar Nirempati terhadap Pasien BPJS, DPR Desak Investigasi Pelanggaran Etik oleh Oknum Dokter dan Nakes
Tangis Siswa Pramuka di Ende NTT Pecah Diduga Gagal Berangkat ke Jambore Nasional karena Terkendala Biaya
Menjelang Pelantikan Wawakil Raja Galuh, Ang Icep: Tegaskan Budaya Sunda dan Islam Tak Pernah Dipisahkan
Bupati Ciamis Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I, Tegaskan ASN Harus Sejalan dengan Visi Misi Daerah
BGN Blak-blakan Ada 950 Dapur MBG Tak Higienis, Siap Beri Sanksi Tutup Permanen
Badan Gizi Nasional Pecat 66 Kepala SPPG dengan Tidak Hormat, Kepala BGN Sudaryono Ungkap Alasannya
Kronologi Pekerja Pabrik Gula Rendeng Kudus Tewas Tertimpa Papan Pengangkat Tebu Seberat 80 Kilogram