Ketua Umum PGMM, Tedi Malik dalam pemaparan materinya menyampaikan soal korelasi antara kesejahteraan dengan kompetensi.
Menurut Tedi, terdapat paradoks yang dialami oleh guru dengan realita di lapangan.
Di antaranya, tuntutan kompetensi yang terus meningkat, di sisi lain beban finansial sering mengganggu guru.
"Akibatnya fokus mengajar terbagi dua dan hasil belajar siswa melambat," jelas Tedi.
Kesejateraan yang rendah menimbulkan efek domino yang sangat berpengaruh pada semangat kerja guru.
"Akibat kesejahteraan rendah, guru akhirnya mencari penghasilan tambahan, kemudian waktu evaluasi belajar berkurang. Ini juga bisa membuat energi habis sebelum mengajar," terangnya.
"Efek jangka panjang akibat rendahkan kesejahteraan dapat menyebabkan minat profesi pendidik menyusut," sambung dia.
Solusi Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Tedi Malik menjelaskan, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru ke depan.
Pertama, dengan mereformasi regulasi. Salah satunya membuat standar upah minimum bagi guru. Kemudian mengangkat guru honorer menjadi PPPK.
Baca Juga: Akomodir Aspirasi Guru Honorer, Sufmi Dasco Tegaskan DPR dan Pemerintah akan Revisi Undang-Undang
"Kedua, memberikan beasiswa kompetensi dengan memberikan akses pelatihan gratis bersertifikasi. Ketiga, beasiswa kualifikasi akademis," paparnya.
Keempat, lakukan evaluasi berkala dengan penilaian kompetensi yang adil. Dan terakhir, berikan insentif berbasis inovasi mengajar," tambahnya.
Artikel Terkait
Di Balik Kasus Penyiksaan Seorang Wanita di Bandung, Ada Kakak yang Merasa Janggal saat Adiknya Tak Kunjung Pulang
Patah Hati Kakak Lihat Pesan Terakhir Adiknya yang Jadi Korban Aniaya di Bandung: Aa, Aku Sudah Nggak Kayak Dulu
Cetak Rekor, Produksi Beras 2026 Indonesia Naik saat Produksi Dunia Turun
Petugas Damkar di Ciamis Temani Siswa Ambil Rapor, Ceritakan Jerih Payah sang Anak Tanpa Bantuan Orang Tua
Jaga Daya Beli Masyarakat, Harga Eceran Tertinggi Minyakita Rp15.700 per Liter
Gencar Tayangkan Berita Korupsi, Sejumlah Media Mitra Promedia Group Diserang DDos!
Pengakuan Ketua BEM FH UBK Terima Duit usai Bertemu Wapres Gibran, Apa Motif di Baliknya?
Jadi Korban Salah Sasaran, Warga Soreang Mengaku Sempat Dikira Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan di Bandung